Sudah 12 Jam Padam, Listrik di Sebagian Wilayah Sumatra Utara Belum Menyala


Sabtu, 23 Mei 2026 CMC PKSS Menginformasikan:

Krisis kelistrikan melanda sebagian besar wilayah Sumatra Utara (Sumut) setelah pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi sejak Jumat malam belum kunjung usai. Hingga Sabtu (23/5/2026) siang, sejumlah kawasan di Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, hingga Langkat dilaporkan sudah mengalami mati lampu selama lebih dari 12 jam.

Kondisi ini memicu keluhan massal dari masyarakat yang aktivitas akhir pekannya menjadi lumpuh total. Selain menghentikan aktivitas rumah tangga, pemadaman ini juga berdampak signifikan pada sektor pelaku usaha mikro (UMKM) dan jaringan komunikasi yang mulai tidak stabil akibat daya baterai base transceiver station (BTS) yang melemah.

Dampak Nyata di Lapangan

  • Lumpuhnya Sektor Usaha: Pelaku usaha kuliner, laundry, dan minimarket yang tidak memiliki genset terpaksa tutup lebih awal atau mengalami kerugian akibat rusaknya bahan makanan beku (frozen food).

  • Gangguan Lalu Lintas: Matinya lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di sejumlah persimpangan utama Kota Medan memicu kemacetan parah dan kesemrawutan kendaraan sejak pagi hari.

  • Krisis Air Bersih: Warga yang mengandalkan pompa listrik kini mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Penyebab Gangguan dan Respons PLN

Berdasarkan keterangan awal dari pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatra Utara, pemadaman ini dipicu oleh adanya gangguan pada sistem transmisi interkoneksi kelistrikan Sumatra Selatan–Selatan yang berdampak merembet ke sistem Sumatra bagian utara.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh pelanggan. Saat ini, tim teknis PLN sedang bekerja ekstra di lapangan untuk melakukan proses penormalan gardu induk secara bertahap," ujar perwakilan Humas PLN UID Sumut dalam keterangan resminya.

Proses Pemulihan Bertahap

PLN mengklaim bahwa proses recovery atau pemulihan sistem terus berjalan. Beberapa wilayah vital seperti rumah sakit pusat, objek vital nasional, dan sebagian pusat kota mulai dialiri listrik kembali secara bergantian.

Namun, pihak PLN belum bisa memastikan secara komersial kapan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Sumatra Utara akan pulih 100 persen, mengingat luasnya cakupan area yang terdampak gangguan interkoneksi ini. Masyarakat diimbau untuk mencabut peralatan elektronik dari stopkontak demi menghindari kerusakan saat arus listrik kembali menyala nanti.

Central Monitoring Control

PT. PKSS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran