Kepulauan Sangihe Diguncang Puluhan Kali Gempa Senin Malam, Terbesar M 6,8
Selasa, 09 Juni 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Berikut adalah rangkuman mengenai rangkaian gempa bumi yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sejak Senin (8/6) hingga Selasa dini hari:
Kronologi & Detail Guncangan
Rangkaian aktivitas seismik intens melanda Kepulauan Sangihe setelah sebelumnya dipicu oleh gempa utama (mainshock) bermagnitudo besar di wilayah dekat Filipina/Laut Sulawesi pada Senin pagi. Sepanjang Senin malam hingga menjelang tengah malam, BMKG mencatat belasan hingga puluhan kali gempa susulan (aftershocks).
Gempa Signifikan Senin Malam: Salah satu guncangan paling kuat di malam hari tercatat pada pukul 18.22 WIB dengan kekuatan Magnitudo 6,8.
Lokasi & Kedalaman: Pusat gempa berada di koordinat 5.76 Lintang Utara dan 125.15 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 241 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Rentetan Gempa Susulan: Hingga pukul 23.59 WIB, aktivitas tektonik masih terus berlangsung. Gempa terakhir menjelang pergantian hari tercatat berkekuatan M 4,4 di posisi 191 kilometer Barat Laut Tahuna, juga di kedalaman 10 kilometer. Secara umum, gempa-gempa susulan tersebut berkisar antara Magnitudo 3,0 hingga 6,0.
Catatan Teknis BMKG: Karakteristik gempa di wilayah ini tergolong gempa dangkal akibat dinamika zona subduksi aktif pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik.
Dampak & Situasi di Lapangan
Peringatan Tsunami: Untuk rentetan gempa susulan pada Senin malam (termasuk M 6,8), BMKG tidak mengeluarkan peringatan tsunami baru karena tidak memicu pergeseran dasar laut yang signifikan. Peringatan dini tsunami lokal yang sempat menyala pada Senin pagi akibat gempa utama M 7,7 sebelumnya telah dinyatakan berakhir.
Kondisi Warga: Getaran yang terjadi berulang kali sempat memicu kekhawatiran dan kewaspadaan tinggi, terutama bagi warga di wilayah pesisir Sangihe. Sebagian warga dilaporkan sempat mengungsi mandiri ke dataran yang lebih tinggi demi keamanan.
Laporan Kerusakan: Instansi terkait dan pemerintah daerah setempat terus mengaktifkan posko pemantauan untuk memutakhirkan dampak kerusakan bangunan fisik ataupun korban jiwa secara berkala.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan, serta memastikan informasi yang diterima berpatokan resmi pada rilis BMKG atau BNPB.
Sumber: BMKG/Detiknews
Komentar
Posting Komentar