200 Ribu Buruh Padati Monas Besok, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Besar-besaran
Kamis, 30 April 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis Jakarta untuk mengantisipasi kedatangan sekitar 200.000 buruh yang diprediksi akan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada perayaan May Day, Jumat, 1 Mei 2026.
Konsentrasi massa dalam jumlah besar ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada arus kendaraan, sehingga pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan pusat kota sejak pagi hari.
Rencana Rekayasa Lalu Lintas
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memetakan beberapa titik pengalihan arus bersifat situasional di sekitar lokasi aksi:
Arus dari arah Jalan Hayam Wuruk: Akan dialihkan menuju Jalan Juanda atau Jalan Suryopranoto untuk menghindari kawasan Harmoni.
Penutupan Jalan Medan Merdeka Barat: Arus dari arah Bundaran HI menuju Monas akan dialihkan melalui Jalan Budi Kemuliaan atau dialihkan kembali ke arah Jalan MH Thamrin.
Akses menuju Istana Negara: Dilakukan sterilisasi dan penutupan di sekitar Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Veteran.
Kawasan Senayan & Gatot Subroto: Mengingat sebagian massa juga akan menuju Gedung DPR/MPR, pengalihan arus di sekitar pintu tol masuk Senayan akan diberlakukan jika terjadi kepadatan luar biasa.
Fasilitas Kantong Parkir Massa
Untuk mencegah penyempitan jalur akibat parkir liar armada bus, petugas telah menyiapkan beberapa kantong parkir resmi bagi massa buruh:
Kawasan Parkir Monas (IRTI).
Lahan Parkir Gelora Bung Karno (GBK).
Masjid Istiqlal dan Lapangan Banteng.
Himbauan Keamanan dan Kelancaran
Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa personel akan dikerahkan di setiap simpul jalan untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan meskipun ada aksi massa.
"Kami menghimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di pusat kota agar menggunakan jalur alternatif atau memanfaatkan moda transportasi umum berbasis rel (KRL/LRT/MRT) untuk menghindari potensi kemacetan di jalur arteri," tegasnya.
Bagi para pengguna jalan tol, pantauan ketat juga akan dilakukan di gerbang-gerbang tol utama masuk Jakarta untuk memastikan iring-iringan bus buruh tetap berada di jalur kiri dan tidak menutup lajur utama.
Central Monitoring Control
PT.PKSS
Komentar
Posting Komentar