Postingan

Ratusan Rumah di Cijayanti Bogor Terendam Banjir, 456 Jiwa Terdampak

Gambar
  Senin, 25 Mei 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:  Sebanyak 138 unit rumah yang dihuni 456 jiwa terendam banjir hingga setinggi 150 centimeter di Cijayanti, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Banjir terjadi imbas hujan deras dan luapan Kali Cijayanti. Penyebab Banjir: Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur dalam waktu cukup lama menyebabkan aliran  Kali Cijayanti meluap dan menggenangi permukiman warga pada Minggu, 24 Mei 2026 petang. Dampak Wilayah & Ketinggian Air: Ketinggian banjir bervariasi antara 70 cm hingga 150 cm . Sebanyak 138 unit rumah (138 KK) yang dihuni oleh 456 jiwa tersebar di 9 RT terendam air. Kerusakan & Korban: Tidak ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa. Namun, terdapat satu unit rumah mengalami rusak berat hingga bangunan ambruk milik seorang warga bernama Ibu Enjuh di RT 03/01. Penghuni rumah yang ambruk tersebut kini telah diungsikan ke rumah kerabatnya. Penanganan Darurat: Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor bersam...

Update Kondisi Malam Ini Pasar dan Puskesmas di Palabuhanratu Terendam Banjir

Gambar
  Minggu, 24 Mei 20269 TIM CMC PKSS Menginformasikan:  Hujan deras mengguyur wilayah Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Selain karena hujan, banjir juga diakibatkan meluapnya Sungai Cipalabuhan lantaran tak mampu menampung debit air. Waktu Kejadian: Minggu malam, 24 Mei 2026 Lokasi Terdampak: Kawasan Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu dan Puskesmas Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Penyebab: Cuaca ekstrem/hujan lebat dengan intensitas tinggi yang memicu luapan drainase dan aliran sungai terdekat. Kondisi Terkini di Lapangan Area Puskesmas Palabuhanratu: Luapan air dilaporkan sempat masuk dan merendam area lantai dasar serta ruang pelayanan Puskesmas. Petugas medis dibantu relawan bergerak cepat mengamankan dokumen penting, logistik obat-obatan, serta peralatan elektronik medis ke tempat yang lebih tinggi guna meminimalisir kerusakan. Area Pasar Semi Modern (PSM): Akses jalan utama di dalam dan sekitar pasar tergenang ban...

El Nino Berlangsung Juni 2026-Mei 2027, Ini Bedanya dengan Kemarau dan Dampaknya

Gambar
Sabtu, 23 Mei 2026 CMC PKSS Menginformasikan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan mulai aktif pada Juni 2026 dan berlangsung hingga sekitar Maret sampai Mei 2027.  Fenomena ini diperkirakan memiliki intensitas moderate hingga kuat dan berpotensi membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang serta lebih kering dari biasanya.  Kepala BMKG Teuku Faisal Fatani mengatakan, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena El Nino diperkirakan terjadi bersamaan dengan puncak musim kemarau di Indonesia.  Menurut BMKG, dampak paling terasa diprediksi terjadi pada periode Juni hingga September 2026 saat Indonesia memasuki puncak musim kemarau. Perbedaan El Nino dan Kemarau  El Nino dan musim kemarau kerap dianggap sama karena sama-sama identik dengan cuaca panas dan minim hujan. Padahal secara ilmiah, El Nino dan kemarau merupakan dua fenomena berbeda.  Dilansir dari akun Instagram BMKG, musim kemarau merupakan siklus...

Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan

Gambar
Sabtu, 23 Mei 2026 CMC PKSS Menginformasikan: Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,3 terjadi di wilayah Bengkulu Selatan, Bengkulu. Gempa tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, Sabtu (23/5/2026) menginformasikan, gempa tektonik yang terjadi pukul 19.40 WIB itu terletak pada koordinat 4,67 derajat Lintang Selatan (LS) dan 102,58 derajat BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 44 km arah barat daya dari Bengkulu Selatan pada kedalaman 15 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust). Gempa bumi ini dirasakan di Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma dengan skala intensitas III - IV MMI, artinya bila pada siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah). Gempa juga dirasakan di Kepahiang, Rejang Lebong,...

Sudah 12 Jam Padam, Listrik di Sebagian Wilayah Sumatra Utara Belum Menyala

Gambar
Sabtu, 23 Mei 2026 CMC PKSS Menginformasikan: Krisis kelistrikan melanda sebagian besar wilayah Sumatra Utara (Sumut) setelah pemadaman listrik massal ( blackout ) yang terjadi sejak Jumat malam belum kunjung usai. Hingga Sabtu (23/5/2026) siang, sejumlah kawasan di Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, hingga Langkat dilaporkan sudah mengalami mati lampu selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini memicu keluhan massal dari masyarakat yang aktivitas akhir pekannya menjadi lumpuh total. Selain menghentikan aktivitas rumah tangga, pemadaman ini juga berdampak signifikan pada sektor pelaku usaha mikro (UMKM) dan jaringan komunikasi yang mulai tidak stabil akibat daya baterai base transceiver station (BTS) yang melemah. Dampak Nyata di Lapangan Lumpuhnya Sektor Usaha: Pelaku usaha kuliner, laundry , dan minimarket yang tidak memiliki genset terpaksa tutup lebih awal atau mengalami kerugian akibat rusaknya bahan makanan beku ( frozen food ). Gangguan Lalu Lintas: Matinya lampu pengatur lalu linta...

Sejumlah Wilayah di Lampung Turut Mati Lampu Akibat Gangguan Transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo

Gambar
Jumat, 22 Mei 2026 CMC PKSS Menginformasikan: Sejumlah wilayah di Provinsi Lampung mengalami pemadaman listrik pada Jumat malam (22/5/2026). Gangguan terjadi di beberapa daerah seperti Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Utara, Way Kanan hingga Pringsewu. Di Kota Bandar Lampung, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan seperti Kemiling dan Sukarame, sejak sekitar pukul 18.30 WIB. Berliana Hajariah, warga Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, mengatakan listrik padam cukup lama dan membuat aktivitas warga terganggu. Meski sebagian besar wilayah terdampak, beberapa kawasan di Bandar Lampung seperti Kecamatan Tanjung Karang Pusat dilaporkan tidak mengalami pemadaman. Tak hanya di Bandar Lampung, gangguan listrik juga dirasakan warga Kota Metro. Anisa Pratiwi mengaku listrik padam sejak pukul 19.14 WIB dan hingga malam hari belum kembali normal. Wilayah Lainnya  Sementara itu di Kabupaten Lampung Selatan, di Desa Purwodadi, Kecamatan Tanjung Bint...

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 23–24 Mei 2026: Jakarta Barat dan Selatan Berstatus Siaga

Gambar
Jum'at, 22 Mei 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang berlaku mulai Sabtu, 23 Mei hingga Minggu, 24 Mei 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir kilat, dan pohon tumbang akibat tingginya curah hujan. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, BMKG menetapkan pembagian zona wilayah berdasarkan tingkat risiko dampak hujan lebat sebagai berikut: 1. Wilayah Berstatus Siaga (Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat) DKI Jakarta: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Dampak yang Diantisipasi: Volume genangan air yang berpotensi memicu hambatan lalu lintas di jalan protokol, luapan saluran drainase sekunder, serta potensi pohon tumbang akibat angin kencang sesaat. 2. Wilayah Berstatus Waspada (Potensi Hujan Sedang hingga Lebat) DKI Jakarta:...