Postingan

Gempa M 6,2 Kembali Guncang Maluku, Berpusat di Laut Banda, Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 25 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 kembali mengguncang wilayah Maluku, Senin malam (24/8/2026) Pukul 23.10 WIT.  Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon menyebut gempa tersebut berpusat di Laut Banda pada kedalaman 39 kilometer di bawah permukan laut atau berjarak 168 kilometer barat laut Maluku Barat Daya.  Adapun gempa tersebut terjadi hanya berselang beberapa jam usai gempa berkekuatan 5,4 mengguncang wilayah Maluku Tengah sekitar pukul 19.03 WIT.  Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi tersebut dirasakan getarannya dengan skala intensitas IV MMI di Kepulauan Romang, dan Pulau Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya.  Sejuah ini belum ada laporan resmi dari pihak berwenang mengenai dampak kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut.  BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berisiko menimbulkan tsunami.  Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hip...

Rekayasa Lalu Lintas Peringatan Maulid Nabi di Jakpus Hari Ini, Simak Rute Alternatifnya

Senin, 24 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Jalan KS Tubun, Kota Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus). Pengaturan lalu lintas diberlakukan secara situasional pada ruas jalan yang bersinggungan dengan lokasi kegiatan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026 mulai pukul 18.30 WIB hingga 23.00 WIB. Titik pusat kegiatan berada di kawasan Jalan KS Tubun dan Jalan Petamburan III, sehingga pengguna jalan diimbau memperhatikan pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Berikut adalah rincian ruas jalan yang terdampak beserta panduan rute alternatifnya: 1. Ruas Jalan yang Terkena Dampak Rekayasa Jl. K.S. Tubun (khususnya segmen dari simpang Jl. Petamburan II sampai Jl. Slipi III)   Jl. Petamburan III   2. Pilihan Rute Alternatif Dari arah utara (Tomang/Grogol) menuju ke selat...

Aktivitas Meningkat: Gunung Anak Krakatau 7 Kali Erupsi, Letusan Terakhir Capai 350 Meter

Gambar
Senin, 24 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di perairan Selat Sunda menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (24/8/2026) pagi. Hingga pukul 12.00 WIB, gunung api tersebut tercatat telah mengalami tujuh kali erupsi beruntun. Rangkaian Erupsi Pagi Hari Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, memaparkan bahwa rangkaian erupsi ini dimulai sejak menjelang siang dengan rincian sebagai berikut: Pukul 09.41 WIB: Erupsi pembuka dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak (amplitudo maksimum 52 mm, durasi 77 detik). Pukul 09.43 WIB: Erupsi kedua terjadi selang dua menit kemudian dengan ketinggian kolom abu 250 meter (amplitudo 49 mm, durasi 25 detik). Pukul 10.11 & 10.48 WIB: Erupsi lanjutan dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 200 hingga 250 meter yang bergerak ke arah barat dan barat laut. Pukul 11.22 WIB: Letus...

Peran Vital Tutupan Hutan Menahan Kekeringan Ekstrem dan Karhutla

Gambar
Senin, 24 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: Kekeringan tinggi yang melanda sejumlah wilayah saat ini menguji ketahanan ekosistem hutan. Pengamat menilai bahwa kawasan dengan tutupan hutan yang masih terjaga terbukti memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi tekanan iklim kering, sementara titik api (hotspot) mayoritas terkonsentrasi di area yang telah mengalami pembukaan lahan. Pernyataan tersebut mengemuka seiring analisis sebaran titik api yang menunjukkan hubungan erat antara berkurangnya tutupan hutan dan kerentanan kawasan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Titik Api Dominan di Area Terbuka Berdasarkan perbandingan data titik api dengan peta tutupan dan pembukaan lahan, area yang mengalami kebakaran umumnya merupakan kawasan yang telah terbuka, baik akibat aktivitas masyarakat maupun korporasi, alih-alih terjadi di tengah hutan primer. Sebagai contoh di Kalimantan Timur (Kaltim), sejumlah kawasan hutan lindung dengan tutupan yang masih utuh terpantau bers...

Rekayasa Lalu Lintas Kawasan Fatmawati dan Jalan Haji Nawi Diperpanjang hingga Desember 2026

Gambar
Senin, 24 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Fatmawati dan Jalan Haji Nawi. Kebijakan ini diterapkan seiring dengan dimulainya pekerjaan lanjutan Tahap 4 Pembangunan Sistem Tata Air Kawasan Fatmawati Jalan H. Nawi beserta kelengkapannya untuk mengantisipasi genangan di wilayah tersebut. Proyek perbaikan saluran air ini mencakup sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Margaguna Raya, Jalan H. Nawi Raya, Jalan R.S. Fatmawati, hingga Jalan Madrasah. Berdasarkan informasi resmi, masa rekayasa lalu lintas ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 Agustus hingga 6 Desember 2026. Perubahan Arus di Jalan Haji Nawi Perubahan arus lalu lintas paling signifikan diterapkan di Jalan Haji Nawi. Ruas jalan antara simpang Jalan Marga Guna Raya–Jalan Radio Dalam Raya hingga simpang Jalan Haji Nawi–Jalan Haji Raya kini diberlakukan satu arah dari timur menuju barat . Pengaturan ini diperlukan karena adan...

Gempa M 5,2 Guncang Ruteng NTT Tidak Berpotensi Tsunami

Gambar
Senin, 24 AGustus 2026 TIM CM CPKSS Menginformasikan:  Waktu Kejadian: Senin, 24 Agustus 2026 Lokasi Pusat Gempa: Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kekuatan: Magnitudo 5,2 Titik Pusat: Berada di laut, sekitar wilayah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.   Kedalaman: 10 kilometer (tergolong gempa dangkal).   Potensi Tsunami: Berdasarkan analisa awal dari BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.  Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan, mengingat aktivitas kegempaan di beberapa wilayah NTT pascagempa besar sebelumnya masih cukup dinamis. Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi resmi yang bersumber langsung dari kanal kebencanaan BMKG.   Demikian kami informasikan, terima kasih Sumber: Media Siber/CMC  

BMKG: Bibit Siklon Tropis 97W Berpeluang Jadi Siklon, Ini Dampaknya ke Indonesia

Minggu, 23 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 97W di sekitar wilayah Indonesia pada Minggu (23/8/2026).  BMKG menjelaskan bahwa sistem tersebut mulai terbentuk di wilayah monitoring TCWC Jakarta pada Jumat (21/8/2026) pukul 13.00 WIB.  Saat ini, Bibit Siklon Tropis 97W berada di Samudra Pasifik Utara Papua.  BMKG menyebut, sistem tersebut memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.  BMKG juga mengidentifikasi sejumlah potensi dampak tidak langsung, khususnya terhadap kondisi laut di wilayah sekitar Indonesia.  Potensi gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter atau kategori moderate sea di sejumlah perairan, meliputi:  Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud  Laut Maluku  Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua  Kondisi gelombang tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di w...