Hadapi Kemarau Panjang, Cianjur Waspadai Kekeringan di Sejumlah Wilayah
Kamis, 30 April 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan seiring dengan datangnya musim kemarau panjang tahun ini. Sejumlah wilayah, khususnya di sektor selatan dan timur Cianjur, dipetakan sebagai zona merah rawan krisis air bersih dan kegagalan panen.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melaporkan bahwa penurunan intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir telah berdampak pada menyusutnya debit air di beberapa sumber mata air warga dan irigasi pertanian.
Wilayah yang Menjadi Fokus Pantauan
Berdasarkan data pemetaan tahunan, beberapa kecamatan yang mendapat perhatian khusus meliputi:
Cianjur Selatan: Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta (Rawan krisis air bersih).
Cianjur Timur: Ciranjang, Bojongpicung, dan Mande (Rawan kekeringan lahan pertanian).
Langkah Antisipasi Pemerintah
Kepala BPBD Cianjur menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk meminimalisir dampak kemarau, di antaranya:
Distribusi Air Bersih: Menyiagakan armada truk tangki air untuk menyuplai wilayah yang mulai kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
Koordinasi dengan PDAM & Damkar: Memperkuat sinergi antarlembaga untuk mempercepat respon laporan warga.
Himbauan Sektor Pertanian: Mengajak petani untuk menyesuaikan pola tanam dan menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan (palawija).
Komentar
Posting Komentar