7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Rabu, 24 Desember 2025 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Melakukan inspeksi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara rutin sangat penting untuk memastikan alat tersebut berfungsi maksimal saat terjadi keadaan darurat. Berdasarkan standar keselamatan (seperti NFPA 10), inspeksi sebaiknya dilakukan minimal sebulan sekali.
Berikut adalah 7 cara inspeksi APAR yang benar:
1. Cek Tekanan pada Manometer (Pressure Gauge)
Langkah pertama adalah melihat jarum pada alat pengukur tekanan.
Kondisi Normal: Jarum harus berada di area hijau (biasanya di tengah).
Kondisi Bahaya: Jika jarum di area merah kiri (underpressure), APAR tidak punya tenaga untuk menyemprot. Jika di area merah kanan (overpressure), tabung berisiko meledak atau bocor.
Catatan: APAR jenis CO2 tidak memiliki manometer, jadi pengecekan dilakukan dengan menimbang berat tabung.
2. Periksa Segel dan Pin Pengaman
Pastikan pin pengaman masih terpasang di tempatnya dan segel plastik/timah dalam keadaan utuh. Segel yang putus menandakan APAR mungkin sudah pernah digunakan atau ada tangan jahil yang membukanya, sehingga isi tabung bisa saja berkurang.
3. Inspeksi Selang (Hose) dan Corong (Nozzle)
Periksa kondisi fisik saluran keluarnya media:
Pastikan selang tidak pecah, retak, atau kaku (getas).
Pastikan tidak ada sumbatan (seperti sarang serangga atau debu) di dalam lubang corong penyemprot.
4. Periksa Kondisi Fisik Tabung
Lihat apakah ada tanda-tanda kerusakan pada badan tabung, seperti:
Karat (Korosi): Karat yang parah bisa melemahkan kekuatan tabung dalam menahan tekanan.
Penyok atau Goresan Dalam: Kerusakan mekanis pada tabung sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna.
5. Cek Media di Dalam Tabung (Khusus Powder)
Untuk APAR jenis Dry Chemical Powder, media bubuk di dalamnya bisa menggumpal jika didiamkan terlalu lama.
Caranya: Balikkan tabung secara perlahan. Jika Anda mendengar atau merasakan suara "jatuh" seperti pasir yang mengalir, berarti bubuk masih dalam kondisi baik. Jika terasa berat dan tidak ada pergerakan, bubuk mungkin sudah menggumpal.
6. Periksa Label Instruksi dan Masa Kedaluwarsa
Pastikan stiker petunjuk penggunaan masih terbaca jelas agar orang awam tidak bingung saat panik. Selain itu, cek tanggal kedaluwarsa atau tanggal pengisian terakhir. Umumnya, APAR perlu diisi ulang setiap 2 hingga 5 tahun sekali (tergantung jenis medianya).
7. Catat di Kartu Checklist Inspeksi
Setiap kali selesai melakukan pengecekan, tuliskan hasilnya pada kartu gantung (tag) yang ada di tabung. Catat tanggal pemeriksaan dan paraf petugas. Hal ini penting untuk pendataan legalitas dan memudahkan pelacakan jadwal perawatan berikutnya.
Tips Tambahan: Pastikan APAR diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, tidak terhalang benda lain, dan dipasang pada ketinggian sekitar 120 cm dari lantai agar mudah diambil.
Gunakan APAR pada Jarak yang Tepat
Central Monitoring Control
PT. PKSS
Artikel yg bagus dan informatif
BalasHapus