4 Sungai Meluap, 7 Kecamatan di Padang Pariaman Dilanda Banjir
Senin, 24 November 2025 Tim CMC PKSS Menginformasikan:
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, selama dua hari berturut-turut (sejak Sabtu, 22 November 2025) telah menyebabkan empat sungai meluap dan memicu banjir di tujuh kecamatan.
Bencana ini juga menyebabkan longsor di beberapa titik.
🌊 Sungai-Sungai yang Meluap
Empat sungai besar yang dilaporkan meluap dan menyebabkan dampak parah adalah:
- Sungai Batang Anai
- Sungai Batang Ulakan
- Sungai Batang Lubuak
- Sungai Batang Kamumuan
📍 Tujuh Kecamatan Terdampak
Banjir dan longsor menerjang 7 kecamatan dan 14 nagari di Padang Pariaman. Beberapa wilayah yang dilaporkan tergenang parah antara lain:
- Kecamatan Ulakan Tapakis (termasuk Kampung Galapuang, lokasi pengungsian)
- Kecamatan Batang Anai (termasuk Nagari Kasang)
- Kecamatan Lubuk Alung (termasuk Korong Surantiah)
- Kecamatan 2x11 Kayu Tanam
- Kecamatan Nan Sabaris
- Kecamatan Batang Gasan (dilaporkan ada sekolah terdampak longsor)
📊 Dampak dan Korban (Data Sementara BNPB per Minggu Malam, 23 Nov 2025)
Warga Terdampak: Tercatat 608 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.824 jiwa.
Rumah Tergenang: 608 unit rumah terendam.
Korban Luka: 2 orang warga dilaporkan mengalami luka ringan.
Kerusakan Infrastruktur:
- 2 rumah rusak berat.
- 2 jembatan putus, 1 bendungan rusak, 2 saluran irigasi hancur.
- Ruas jalan depan RSUD Padang Pariaman rusak parah.
- 2 titik longsor menutup badan jalan di Korong Asam Pulau (Nagari Anduriang) dan Nagari Sikucua Barat.
🆘 Penanganan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman telah menetapkan status siaga dan mengaktifkan pelayanan tanggap darurat. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait melakukan evakuasi warga dan menyalurkan bantuan darurat serta mendirikan dapur umum.
Kondisi terkini banjir di Padang Pariaman (per Senin pagi, 24 November 2025) adalah sebagai berikut:
⚠️ Status Umum: Masih Siaga dan Pemulihan
Hingga pagi ini, sebagian wilayah masih tergenang, dan Pemerintah Daerah telah menetapkan status siaga mengingat potensi hujan ekstrem masih tinggi menurut prakiraan BMKG.
🏠 Kondisi Pengungsi dan Kebutuhan Mendesak
Evakuasi Warga: Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mengevakuasi seluruh warga terdampak, yang tercatat mencapai 608 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.824 jiwa (data per Minggu malam).
Pengungsi di Kampung Gelapung: Banjir di Nagari Kampung Gelapung Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, dilaporkan masih belum surut, dan ketinggian air justru meningkat. Total 180 KK di wilayah ini telah diungsikan ke empat titik pengungsian.
Kebutuhan Mendesak: Ada laporan kekurangan logistik di posko pengungsian, terutama selimut, sembako, dan ketersediaan dapur umum yang memadai.
🚧 Kerusakan dan Akses Jalan
Kerusakan material yang tercatat hingga saat ini meliputi:
- 608 unit rumah terendam.
- 2 rumah rusak berat.
- Lahan pertanian seluas 108,5 hektar terendam.
- 2 jembatan dan 1 bendungan rusak.
Akses Jalan Rusak:
Ruas jalan di depan RSUD Padang Pariaman dilaporkan rusak parah.
Dua titik longsor menutup badan jalan di Korong Asam Pulau (Nagari Anduriang) dan Nagari Sikucua Barat. Alat berat dibutuhkan segera untuk membuka akses ini.
Jalur Padang-Bukittinggi via Malalak (yang menghubungkan melalui Sicincin) juga dilaporkan ditutup karena tertimbun material longsor.
Central Monitoring Control
PT. PKSS

Komentar
Posting Komentar