Buruh Demo Besar-besaran di Sekitar Istana-DPR Hari Ini, Berikut Tuntutannya
Senin, 24 November 2025 Tim CMC PKSS Menginformasikan:
Aksi demonstrasi besar-besaran oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh yang berpusat di sekitar Istana Negara dan Gedung DPR/MPR RI hari ini, 24 November 2025, memiliki tuntutan utama sebagai berikut:
Tuntutan Utama: Kenaikan Upah Minimum 2026 yang Layak
Massa buruh menolak penetapan kenaikan Upah Minimum 2026 (UMP/UMK) yang dihitung berdasarkan versi pemerintah, yang dinilai terlalu rendah (diperkirakan hanya naik rata-rata sekitar Rp90 ribu per bulan).
Rata-rata upah minimum 38 provinsi di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp3 juta per bulan, sehingga kenaikan Rp90 ribu dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja.
Buruh menyuarakan beberapa opsi kenaikan upah minimum yang bisa dinegosiasikan, yaitu:
Tuntutan Awal: Kenaikan sebesar 8,5% hingga 10,5%.
Opsi Kedua: Kenaikan sebesar 7,77% (berasal dari rumus perhitungan inflasi ditambah indeks tertentu dikali pertumbuhan ekonomi).
Batas Bawah Tuntutan: Kenaikan minimal 6,5%.
Aksi ini merupakan gerakan nasional yang serentak dilakukan di berbagai kota industri di Indonesia.
Pengalihan Arus Lalu lintas
Penanganan arus lalu lintas (lalin) terkait demonstrasi buruh di sekitar Istana Negara dan Gedung DPR/MPR RI hari ini (24 November 2025) bersifat situasional.
Pihak Kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas hanya jika massa demonstran memenuhi badan jalan dan arus lalin tidak bisa dilewati.
Berikut adalah detail pengalihan arus yang disiapkan, terutama di sekitar Istana Negara:
Di Sekitar Istana Negara
Jika massa buruh menutup jalan, arus lalu lintas yang akan dialihkan adalah:
Arus lalu lintas yang menuju Medan Merdeka Selatan dari arah Patung Kuda (Monas) menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS).
Di Sekitar Gedung DPR/MPR RI
Pengalihan arus di sekitar Gedung DPR/MPR RI (Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gerbang Pemuda) juga akan diterapkan situasional, bergantung pada kepadatan dan pergerakan massa di lapangan.
Central Monitoring Control
PT. PKSS

Komentar
Posting Komentar