Tanah Bergerak Terjadi di Bibir Ngarai Sianok Bukittinggi, 68 Orang Mengungsi
Selasa, 25 November 2025 Tim CMC PKSS Menginformasikan:
Aktivitas tanah bergerak (atau runtuhan tebing) di bibir Ngarai Sianok, tepatnya di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang (BCKR), Kota Bukittinggi, telah menyebabkan evakuasi puluhan warga.
Berikut adalah perkembangan dan detail kejadian per hari ini, Selasa, 25 November 2025:
🚨 Rangkuman Kejadian
Waktu Kejadian: Laporan pergerakan tanah mulai muncul sejak Senin, 24 November 2025, pagi.
Jumlah Terdampak: Sebanyak 11 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 60-68 jiwa (termasuk anak kos) dievakuasi.
Lokasi Pengungsian: Warga diungsikan ke tempat yang lebih aman, seperti Kantor Lurah dan Musala Muhajirin atau Mess KPPN, serta sebagian mengungsi mandiri ke rumah kerabat.
Penyebab Utama: Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pergerakan tanah dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan batuan piroklastik yang rapuh dan mudah jenuh air menjadi tidak stabil.
Kondisi Geologi: Kawasan Ngarai Sianok secara alami rentan karena merupakan lembah curam dengan tebing terjal dan berada di bawah pengaruh langsung Patahan Besar Sumatera (Sesar Semangko) Segmen Sianok, yang merupakan sesar aktif.
🛑 Upaya Penanganan
Evakuasi dan Pengamanan: Tim gabungan (BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas) segera melakukan evakuasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa.
Pemantauan: Tim gabungan masih berada di lokasi untuk memantau pergerakan tanah secara intensif.
Pemasangan Garis Batas: Garis pembatas dipasang di beberapa titik untuk melarang warga kembali ke rumah sebelum kondisi dipastikan aman oleh petugas.
Koordinasi Lanjutan: Pemerintah daerah berkoordinasi untuk melakukan asesmen geologi lanjutan guna menentukan tingkat kestabilan lereng dan langkah penanganan jangka panjang.
Warga diimbau untuk tetap berada di lokasi pengungsian sampai pemerintah setempat menyatakan bahwa risiko pergerakan tanah telah menurun.
Central Monitoring Control
PT.PKSS
.webp)
Komentar
Posting Komentar