BPBD Jateng dan Bali Siaga Hadapi Siklon 93S, Begini Langkah Mitigasinya


Kamis, 18 Desember 2025 TIM PKSS Menginformasikan:

BPBD Jawa Tengah dan Bali kini dalam status Siaga Darurat untuk menghadapi potensi dampak dari Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia. Fenomena ini diprediksi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan.

Berikut adalah langkah-langkah mitigasi yang sedang dilakukan secara masif di kedua wilayah tersebut:

1. Langkah Mitigasi di Jawa Tengah

BPBD Jateng memfokuskan perhatian pada wilayah pegunungan dan pesisir selatan (Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo):

Aktivasi Posko 24 Jam: Seluruh personel BPBD di kabupaten/kota diminta siaga penuh untuk memantau tinggi muka air sungai dan daerah rawan longsor.

Pemangkasan Pohon: Melakukan perempelan dahan pohon besar di pinggir jalan protokol untuk mencegah pohon tumbang akibat angin kencang (puting beliung).

Edukasi Masyarakat: Mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit untuk segera mengungsi mandiri jika terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari satu jam.

Logistik: Memastikan stok bahan pangan dan peralatan evakuasi (perahu karet dan tenda) sudah tersebar di titik-titik rawan banjir.

2. Langkah Mitigasi di Bali

Pemerintah Provinsi Bali melalui BPBD Bali mengantisipasi dampak bagi sektor pariwisata dan transportasi laut:

Peringatan Penyeberangan: Berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan (Gilimanuk & Padangbai) untuk menutup sementara penyeberangan jika tinggi gelombang melebihi batas aman.

Pemantauan Objek Wisata: Penjagaan ketat di area pantai dan tebing wisata guna mencegah wisatawan mendekati bibir pantai saat terjadi gelombang tinggi.

Sistem Peringatan Dini (EWS): Memastikan alat pendeteksi banjir bandang dan tsunami di sepanjang pesisir Bali berfungsi dengan baik.

Koordinasi Lintas Sektor: Melibatkan TNI/Polri serta Basarnas dalam simulasi penanganan darurat di titik pemukiman padat penduduk.

3. Arahan bagi Masyarakat

Mengingat posisi Siklon 93S yang sangat dekat dengan wilayah Indonesia, masyarakat diminta untuk:

Memperkuat Atap Rumah: Terutama bagi rumah dengan struktur kayu atau seng untuk menghadapi angin kencang.

Pantau Info Resmi: Hanya mempercayai informasi cuaca dari kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG.

Hindari Aktivitas Laut: Bagi nelayan dan pelaku wisata air di selatan Jawa dan Bali, sangat disarankan untuk tidak melaut hingga status peringatan dicabut.

Central Monitoring Control

PT. PKSS




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran