Buruh Demo Balkot Jakarta soal UMP, Lalin Jalan Medan Merdeka Selatan Macet
Jumat, 19 Desember 2025 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Informasi terbaru per hari ini, Jumat, 19 Desember 2025, massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan elemen lainnya memang sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta.
Kondisi ini menyebabkan kepadatan lalu lintas yang signifikan di kawasan Jakarta Pusat. Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi tersebut:
1. Kondisi Lalu Lintas
Titik Kemacetan: Kemacetan parah terjadi di Jalan Medan Merdeka Selatan, terutama jalur yang mengarah ke Patung Kuda/Jalan MH Thamrin.
Blokade Jalan: Massa aksi sempat menutup sebagian ruas jalan di depan Balai Kota, sehingga kendaraan hanya bisa melintas melalui lajur paling kanan secara perlahan.
Update Terkini (Pukul 12:00 WIB): Perwakilan buruh telah meminta massa untuk mulai bergeser dari Balai Kota menuju Pondok Kelapa guna mengawal rapat sidang Dewan Pengupahan Jakarta. Arus lalu lintas diharapkan berangsur normal, namun masih ada potensi kepadatan sisa di sekitar Gambir.
2. Tuntutan Utama Buruh
Para buruh menuntut kejelasan mengenai penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026. Poin tuntutannya antara lain:
Indeks Alfa: Buruh mendesak pemerintah menggunakan variabel alfa 0,9 dalam formula perhitungan upah, sementara usulan dari pihak lain kabarnya berada di angka 0,5.
Besaran UMP: Kelompok buruh mendorong kenaikan UMP Jakarta 2026 menjadi sekitar Rp5,7 juta hingga Rp6 juta (sebelumnya di 2025 adalah Rp5,39 juta).
Penolakan PP Pengupahan: Massa juga menyuarakan penolakan terhadap aturan baru dalam Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan yang baru saja ditandatangani Presiden Prabowo pada 16 Desember 2025.
3. Himbauan bagi Pengendara
Polisi telah menyiagakan sekitar 1.252 personel untuk mengamankan beberapa titik demo di Jakarta Pusat hari ini (Balai Kota, Gedung DPR, dan Komnas HAM). Pengendara disarankan untuk:
Menghindari area Gambir, Monas, dan Medan Merdeka.
Menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Ridwan Rais atau Jalan Abdul Muis.
Berikut adalah detail pengalihan arus dan rute alternatif yang perlu Anda perhatikan:
1. Pengalihan Arus di Sekitar Balai Kota & Monas
Dari Arah Tugu Tani/Jalan Ridwan Rais: Kendaraan yang biasanya berbelok kiri ke Jalan Medan Merdeka Selatan (arah Balai Kota) dialihkan untuk lurus terus ke arah Jalan Medan Merdeka Timur (arah Stasiun Gambir).
Dari Arah Jalan Medan Merdeka Barat (Patung Kuda): Jika massa membludak, arus dari arah Jalan MH Thamrin yang menuju Medan Merdeka Utara atau Selatan dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Abdul Muis.
Jalan Medan Merdeka Selatan: Jalur di depan Balai Kota mengalami penyempitan. Pengendara diimbau untuk tidak melalui jalur ini jika tidak mendesak.
2. Titik Lain yang Perlu Dihindari
Selain Balai Kota, terdapat dua titik aksi lain yang juga berdampak pada lalu lintas:
Gedung DPR/MPR (Senayan): Hindari Jalan Gatot Subroto arah Slipi. Arus lalu lintas biasanya dialihkan menuju Jalan Gerbang Pemuda atau jalur Transjakarta (situasional).
Kantor Komnas HAM (Jalan Latuharhary): Potensi kepadatan di sekitar area Menteng.
3. Penyesuaian Rute TransJakarta
Beberapa rute Non-BRT yang biasanya melintasi Balai Kota mengalami perpendekan atau pengalihan rute (berdasarkan skema serupa pada aksi sebelumnya):
Rute 1A (Pantai Maju - Balai Kota): Berpotensi diperpendek hanya sampai Halte Monas.
Rute 1P (Senen - Blok M): Berpotensi mengalami pengalihan jalur menghindari Jalan Medan Merdeka Selatan.
Layanan BRT Koridor 1 (Blok M - Kota): Biasanya tetap beroperasi normal menggunakan jalur busway, namun bisa terdampak kepadatan di titik-titik persimpangan.
Rekomendasi Rute Alternatif:
Jika ingin menuju area Sudirman/Thamrin dari arah Timur, gunakan jalur Pasar Baru - Lapangan Banteng - Jalan Veteran - Jalan Suryopranoto.
Jika dari arah Selatan menuju Utara, gunakan Jalan Galunggung atau Jalan Karet Pasar Baru Timur untuk menghindari area pusat kota.
Petugas kepolisian (sekitar 1.252 personel) sudah berjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas. Pastikan memantau aplikasi navigasi secara real-time karena rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional tergantung jumlah massa di lapangan.
Central Monitoring Control
PT. PKSS
Komentar
Posting Komentar