3 Segmen Jalan Nasional Pulih, Akses Jalur Tengah Aceh Normal Kembali

Kamis, 01 Januari 2026 CMC PKSS Menginformasikan:

Pemulihan akses darat di jalur tengah Aceh mulai bergerak kembali setelah banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 sempat memutus konektivitas antar kabupaten. 

PT. Hutama Karya (Persero) menangani pemulihan akses di ruas jalan nasional Takengon Blangkejeren–Kutacane (Jalan Nasional Serkil) melalui tiga segmen. 

Ketiga segmen yang dimaksud Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren, Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, serta Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane. 

Penanganan ini ditujukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan menjaga kelancaran arus logistik pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan.  

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mempercepat pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh.  

Pemulihan akses ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga konektivitas Aceh pasca-bencana. 

Hutama Karya membuka akses secara bertahap di tiga segmen tersebut agar jalur penghubung antarkabupaten dapat segera dimanfaatkan kembali. 

Untuk di segmen Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane sepanjang 70 kilometer telah fungsional sejak Jumat (19/12/2025) lalu, dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. 
Status ruas tersebut bersifat fungsional sementara. Pada kondisi normal, jalur dioperasikan dua arah. 

Namun, di beberapa titik penanganan masih diberlakukan pengaturan lalu lintas bergiliran untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. 

Akses ini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, dengan pembatasan beban maksimal 10 ton untuk kendaraan roda enam melalui pengawasan. 

Pengecualian diberikan bagi truk BBM dengan kapasitas maksimal 5.000 liter untuk menjaga suplai energi ke wilayah terdampak.  

Dalam pelaksanaan, pekerjaan pemulihan dilakukan melalui pembersihan material longsoran, penanganan badan jalan, perbaikan dan perkerasan pada titik terdampak, penanganan drainase, perkuatan lereng pada lokasi rawan, serta pembukaan jalan sementara dengan timbunan pada segmen yang kritis. 

Untuk di beberapa lokasi, termasuk Tangsaran, Tetumpun, dan Serkil, diberlakukan pengaturan buka-tutup pada jam 12.00 WIB–13.00 WIB dan 17.00 WIB–08.00 WIB. 

Dalam kondisi hujan lebat, penutupan sementara dapat dilakukan di titik rawan sebagai langkah mitigasi keselamatan.  

Demikian kami informasikan, terima kasih.

Sumber: Kompas



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran