Banjir Halmahera: Warga Dievakuasi, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Kamis, 08 Januari 2026 CMC PKSS Menginformasikan:

Banjir yang terjadi imbas curah hujan tinggi terjadi pekan ini di sejumlah daerah di Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Beberapa daerah di antaranya adalah Halmahera Barat dan Halmahera Utara yang direndam banjir.

1. Halmahera Utara

Pemkab Halmahera Utara menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir dan longsor yang melanda belasan desa di tiga kecamatan, yakni Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara. 

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan bencana terjadi akibat curah hujan tinggi sejak Selasa yang menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap serta memicu longsor di sejumlah wilayah.

Di Kecamatan Kao Barat, banjir merendam Desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, dan Tubuolamo. 

Sementara di Kecamatan Galela Utara, banjir melanda Desa Saluta, Tutumaluleo, Togasa, dan Pelita akibat luapan Sungai Pitago. 

Bencana tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak dua jembatan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan besar. Satu warga dilaporkan meninggal dunia di Desa Pelita.

Adapun di Kecamatan Loloda Utara, banjir mengepung lima desa, yakni Ngajam, Worimoi, Doitia, Asimiro, dan Darume. 

BPBD Halmahera Utara mengalami kendala menjangkau lokasi terdampak akibat jalan berlumpur dan tergenang air. 

Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan stimulan kepada warga terdampak dan akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah serta kondisi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

2. Halmahera Barat

Di Kabupaten Halmahera Barat, tim SAR diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kecamatan Ibu setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari. 

Banjir berdampak pada sejumlah desa, di antaranya Desa Kampung China dan Desa Tabaru.

Luapan air terjadi secara tiba-tiba akibat meningkatnya debit sungai sejak Selasa (6/1) hingga Rabu. 

Pada Rabu sekitar pukul 07.30 WIT, sejumlah sungai meluap, diperparah jebolnya tanggul dan bronjong di beberapa titik. 

Kondisi tersebut menyebabkan rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah warga terjebak karena arus air cukup deras serta ketinggian air terus bertambah.

3. Peringatan dini dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Maluku Utara.

Berdasarkan pembaruan peringatan dini yang dirilis Rabu pukul 04.54 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi mulai pukul 05.25 WIT di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Halmahera Barat meliputi Jailolo, Sahu, Jailolo Selatan, dan Ibu Selatan, serta Kota Ternate yang mencakup Pulau Ternate, Ternate Utara, dan Pulau Hiri.

BMKG menyebutkan hujan berpotensi meluas ke wilayah lain di Kabupaten Halmahera Barat seperti Loloda, Ibu, Tabaru, dan Sahu Timur. 

Selain itu, potensi hujan juga meluas ke Kabupaten Halmahera Utara, meliputi Malifut, Loloda Utara, Galela Barat, Galela Utara, Galela Selatan, Loloda Kepulauan, dan Kao Teluk, serta Kabupaten Halmahera Timur seperti Wasile Selatan, Wasile Tengah, Wasile Utara, dan Maba Utara.

Menurut BMKG, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi kombinasi dinamika atmosfer, salah satunya keberadaan Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia barat daya Banten yang diperkirakan meningkat ke kategori tiga dalam dua hari ke depan. 

Siklon dengan kecepatan angin 25 knot ini memicu peningkatan angin dan tinggi gelombang laut.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut di perairan Indonesia dapat mencapai hingga enam meter pada periode 7 hingga 10 Januari 2026. 

Sementara itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Morotai, Halmahera, Obi, Sanana, Taliabu, Kayoa, Kepulauan Loloda, Batang Dua, Ternate, Bacan, Teluk Weda, serta Kepulauan Halmahera dan Gebe.

Demikian kami informasikan, terima kasih.

Sumber: CNN Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran