Jalan Haji Nawi Jaksel Mulai Diberlakukan Satu Arah Sampai Juli 2026
Minggu, 11 Januari 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Pemberlakuan sistem satu arah (One Way) di kawasan Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, kini resmi diterapkan dan dijadwalkan akan berlangsung hingga Juli 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas besar-besaran untuk mendukung kelanjutan proyek MRT Jakarta Fase 2 serta pembangunan infrastruktur penunjang di area tersebut.
Berikut adalah detail poin penting yang perlu Anda perhatikan:
1. Skema Arus Lalu Lintas
Arah Berlaku: Jalan Haji Nawi kini diprioritaskan untuk kendaraan yang mengarah ke satu titik tertentu (umumnya menuju arah Jalan Fatmawati atau arah sebaliknya sesuai rambu terbaru di lapangan).
Penutupan Sebagian Jalur: Sebagian badan jalan digunakan untuk area kerja alat berat, pemindahan utilitas, dan konstruksi fisik stasiun/jalur layang.
2. Alasan Pemberlakuan (Hingga Juli 2026)
Konstruksi Intensif: Pengerjaan fase ini melibatkan penggalian dan pemasangan struktur yang memakan ruang jalan cukup besar.
Keamanan Pengguna Jalan: Untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kedekatan kendaraan dengan alat berat, lajur kendaraan harus dibatasi dan dipisahkan secara tegas.
3. Rute Alternatif untuk Menghindari Kemacetan
Jika Anda biasanya melintasi Haji Nawi, pertimbangkan jalur berikut untuk menghindari penumpukan:
Melalui Jalan Antasari: Gunakan Non-Toll Flyover (JLNT) Antasari jika ingin menuju ke arah Blok M atau Senayan tanpa terjebak di persimpangan Fatmawati-Haji Nawi.
Jalan Radio Dalam: Menjadi alternatif utama bagi kendaraan dari arah Pondok Indah yang ingin menuju ke arah Blok M atau sebaliknya.
Jalan Kramat Pela: Bisa digunakan untuk memutar dari arah Barito menuju kawasan Fatmawati.
4. Dampak pada Transportasi Umum
TransJakarta & JakLingko: Beberapa rute mikrotrans (JakLingko) yang melintasi Haji Nawi kemungkinan mengalami perubahan titik pemberhentian atau rute memutar. Pastikan cek aplikasi TiJe atau pantau papan informasi di halte.
Akses MRT: Stasiun MRT Haji Nawi yang sudah beroperasi tetap dapat diakses, namun akses masuk bagi pejalan kaki maupun kendaraan drop-off disesuaikan dengan barikade proyek yang ada.
Komentar
Posting Komentar