Kebakaran Hutan di Aceh Barat Meluas hingga 50 Hektare, Belum Padam
Kamis, 29 Januari 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aceh Barat per Kamis, 29 Januari 2026, terpantau semakin mengkhawatirkan karena meluasnya area yang terbakar dan sulitnya akses pemadaman.
Berikut adalah ringkasan situasi terkini di lapangan:
1. Luas Area & Titik Lokasi
Luas Karhutla: Lahan gambut yang terbakar telah mencapai kurang lebih 50 hektare.
Wilayah Terdampak: Kebakaran terkonsentrasi di beberapa kecamatan, terutama di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, dan Samatiga.
Kondisi Lahan: Karena mayoritas adalah lahan gambut, api merambat di bawah permukaan tanah, sehingga meskipun api di permukaan tampak padam, asap terus keluar dan api bisa muncul kembali sewaktu-waktu.
2. Kendala Pemadaman
Cuaca: Berbeda dengan Jakarta dan Bekasi yang sedang banjir, wilayah Aceh Barat justru mengalami cuaca panas ekstrem dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
Sumber Air: Minimnya sumber air di dekat lokasi kebakaran menyulitkan tim BPBD dan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman darat secara maksimal.
Akses Medan: Beberapa titik api berada jauh di dalam hutan dengan medan yang tidak bisa dilalui kendaraan pemadam kebakaran.
3. Dampak Kabut Asap
Kualitas Udara: Kabut asap mulai menyelimuti pemukiman warga di sekitar Meulaboh. Jarak pandang dilaporkan mulai berkurang pada pagi hari.
Kesehatan: Warga diimbau untuk mulai menggunakan masker N95 untuk menghindari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
4. Upaya Penanganan
Tim Gabungan: TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berjaga dan membuat sekat bakar (firebreak) untuk mencegah api merambat ke perkebunan warga.
Water Bombing: Pemerintah daerah sedang mengusulkan bantuan helikopter water bombing ke BNPB pusat karena pemadaman darat sudah tidak lagi efektif untuk luas lahan 50 hektare tersebut.
Komentar
Posting Komentar