Rakayasa Lalin MRT Glodok-Kota Mulai Besok 10 Januari dan Rute Alternatif
Jumat, 09 Januari 2026 CMC PKSS Menginformasikan:
Mulai besok, Sabtu, 10 Januari 2026, PT MRT Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas tahap baru (Tahap 7) di area Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.
Perubahan ini dilakukan untuk mendukung pengerjaan struktur bawah tanah, pintu masuk (entrance), serta pekerjaan mekanikal-elektrikal (MEP).
Berikut adalah detail pengalihan arus jika akan melintas di kawasan tersebut:
1. Area Stasiun Kota (Jalan Pintu Besar Selatan)
Pekerjaan di area ini berfokus pada persimpangan Jl. Pintu Besar Selatan dan Jl. Asemka.
- Pengalihan Arus: Arus lalu lintas dua arah di Jl. Pintu Besar Selatan akan dialihkan ke sisi timur jalan.
- Akses Terbatas: Sisi barat Jl. Pintu Besar Selatan tetap difungsikan namun hanya secara terbatas untuk akses penghuni atau kendaraan tertentu.
- Penyempitan di Flyover Asemka: Pada lintas atas (flyover) menuju arah Jl. Jembatan Batu, akan terjadi penyempitan dari yang semula 3 lajur menjadi 2 lajur.
2. Area Stasiun Glodok (Jalan Gajah Mada)
Pekerjaan konstruksi di segmen ini berdampak pada pengaturan lajur kendaraan dari arah Harmoni menuju Kota.
- Pengalihan Jalur: Arus kendaraan di Jl. Gajah Mada (arah Kota) akan dialihkan ke sisi tengah jalan tepat di depan Gedung CIMB Niaga hingga ke area depan Glodok.
- Sistem Contraflow: Di beberapa titik, skema contraflow atau pembagian lajur darurat mungkin diterapkan tergantung kepadatan volume kendaraan di lapangan.
3. Layanan TransJakarta
- Halte Sementara: Beberapa operasional bus TransJakarta (Koridor 1) tetap berjalan menggunakan halte sementara atau jalur yang sudah disesuaikan dengan separator beton proyek.
- Potensi Keterlambatan: Mengingat adanya penyempitan lajur di titik Asemka dan Glodok, estimasikan waktu perjalanan tambahan sekitar 15–20 menit.
Berikut adalah beberapa rute alternatif untuk menghindari titik kemacetan utama di kawasan Glodok-Kota Tua:
1. Dari Arah Selatan (Monas/Harmoni) Menuju Utara (Kota/Pluit)
Untuk menghindari tumpukan kendaraan di Jl. Gajah Mada:
- Via Gunung Sahari: Dari arah Harmoni atau Lapangan Banteng, arahkan kendaraan ke arah Jl. Gunung Sahari → Jl. Mangga Dua Raya → Kota Tua atau terus ke arah Ancol/Pluit. Jalur ini cenderung lebih lancar karena memiliki lajur yang lebih lebar.
- Via KH Zainul Arifin: Dari Jl. Gajah Mada (sebelum Plaza Gajah Mada), belok kiri ke Jl. KH Zainul Arifin → Jl. Moh. Mansyur → Jl. Gedong Panjang. Jalur ini akan membawa Anda ke area Kota Tua sisi barat atau langsung menuju akses Tol ke arah Bandara/Pluit.
2. Dari Arah Utara (Kota/Ancol) Menuju Selatan (Harmoni/Thamrin)
Untuk menghindari penyempitan lajur di Jl. Hayam Wuruk:
- Via Jl. Pangeran Jayakarta: Gunakan Jl. Pangeran Jayakarta untuk tembus ke Jl. Gunung Sahari → Jl. Dr. Sutomo → Lapangan Banteng/Pasar Baru.
- Via Jalur Barat (Jl. Moh. Mansyur): Dari arah Kota Tua, gunakan Jl. Pintu Besar Utara → Jl. Moh. Mansyur → Jl. KH Hasyim Ashari (Gajah Mada).
3. Jalur Alternatif untuk Kendaraan Roda Dua
Jika Anda menggunakan sepeda motor, Anda bisa memanfaatkan jalan-jalan lingkungan yang lebih kecil namun efektif:
- Sisi Timur (Sawah Besar): Gunakan jalur Jl. Karang Anyar yang sejajar dengan Jl. Hayam Wuruk untuk tembus ke arah Mangga Besar tanpa harus melewati area proyek stasiun.
- Sisi Barat (Krukut): Gunakan jalur Jl. Keadilan atau Jl. Kebon Jeruk untuk menghindari titik pusat pembangunan di Glodok.
Ringkasan Rekayasa Lalin (Mulai Besok, 10 Januari 2026):
- Area Stasiun Kota: Arus dua arah di Jl. Pintu Besar Selatan dialihkan ke sisi timur (Jl. Pintu Besar Selatan arah selatan)
- Flyover Asemka: Terjadi penyempitan lajur dari 3 menjadi 2 lajur.
- Area Glodok: Arus lalu lintas arah Kota dialihkan ke sisi tengah jalan (area kanal) mulai dari depan Gedung CIMB Niaga.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Antara
Komentar
Posting Komentar