200 Ribu Massa Bakal Ramaikan May Day di Monas Hari Ini
Massa buruh akan meramaikan perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, hari ini. Sebanyak 200 ribu massa diperkirakan akan meramaikan kawasan Monas.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, Jumat (1/5/2026) mengatakan, bahwa setelah pertemuan selama kurang lebih 1,5 jam dengan Presiden Prabowo Subianto, KSPI memutuskan untuk mengadakan perayaan May Day di Monas bersama serikat pekerja lainnya.
Said Iqbal menegaskan, sebelum tanggal 1 Mei, KSPI telah meminta waktu untuk bertemu Prabowo dan dikabulkan. Pertemuan berlangsung pada 28 April 2026 untuk menyampaikan 11 isu atau harapan buruh.
Menurut Said Iqbal, KSPI berpandangan bahwa perayaan May Day tidak boleh sekadar seremonial. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, May Day adalah momentum untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan buruh secara langsung kepada pemangku kebijakan.
Selain itu, dari 11 isu yang dibawa KSPI, terdapat sejumlah isu krusial yang telah dijawab dan ditegaskan oleh Prabowo sebagai tindak lanjut atas harapan buruh.
Tidak hanya di Jakarta, KSPI yang didukung Partai Buruh juga akan merayakan May Day secara serentak di kota-kota besar di 38 provinsi, mencakup lebih dari 350 kota. Beberapa kota yang menjadi pusat kegiatan antara lain Bandung (Jawa Barat), Serang (Banten), Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), Banda Aceh (Aceh), Batam (Kepulauan Riau), Palembang (Sumatera Selatan), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), Gorontalo, Morowali, dan berbagai kota lainnya.
11 Tuntutan dan Imbauan Aksi Damai
Said Iqbal juga menegaskan kepada seluruh anggota KSPI dan simpatisan Partai Buruh untuk mengikuti perayaan May Day dengan penuh sukacita dan semangat perjuangan, serta menjaga ketertiban.
"Kami mengimbau seluruh buruh untuk merayakan May Day dengan penuh semangat, damai, anti kekerasan, dan tidak anarkis. Hormati juga kepentingan masyarakat lainnya," ujarnya.
Dalam momentum May Day 2026, KSPI akan menyampaikan 11 isu utama, yaitu: pengesahan RUU Ketenagakerjaan; HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah); ancaman PHK akibat perang; reformasi pajak termasuk kenaikan PTKP dan penghapusan pajak THR, JHT, dan pensiun.
Lalu pengesahan RUU Perampasan Aset; penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel; moratorium industri semen akibat over supply; ratifikasi Konvensi ILO 90; perjuangan tarif ojol 10%; revisi UU Nomor 2 Tahun 2024; serta pengangkatan guru dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Ia mengajak buruh untuk bersama-sama membangun Indonesia sebagai milik bersama.
Prabowo, kata Said Iqbal, menginginkan buruh hidup sejahtera dengan upah yang layak. Pemanfaatan sumber daya alam melalui hilirisasi dinilai sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan tersebut.
Kemudian, katanya, presiden juga meminta dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, khususnya buruh, untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Terkait isu pekerja ojek online (ojol), Said menyebut pemerintah melalui Danantara juga didorong untuk terlibat dalam kepemilikan aplikasi, sehingga dapat mengendalikan kebijakan potongan tarif. Dengan skema tersebut, pemerintah diyakini dapat mendorong penurunan potongan tarif menjadi 10 persen.
Demikian kami informasikan terimakasih.
Sumber: detiknews

Komentar
Posting Komentar