Jambi Diselimuti Kabut Tebal Beberapa Hari Terakhir, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kamis, 23 April 2026 TIM CMC PKSS Menfinformasikan: 

Fenomena kabut tebal yang menyelimuti wilayah Jambi dalam beberapa hari terakhir memang cukup menyita perhatian warga, terutama terkait jarak pandang (visibility) yang menurun drastis di pagi hari.

Berdasarkan penjelasan dari BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi per 23 April 2026, berikut adalah poin-poin utama penyebab fenomena tersebut:

1. Bukan Kabut Asap (Karhutla)

BMKG menegaskan bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun beberapa wilayah di Sumatera mulai masuk siaga karhutla, kabut di Jambi saat ini murni merupakan fenomena meteorologi yang disebut sebagai Kabut Radiasi atau Fog.

2. Tingginya Kelembapan Udara

Hujan yang masih sering turun dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore atau malam hari menyebabkan permukaan tanah menjadi sangat basah. Hal ini mengakibatkan kadar uap air di udara (kelembapan) sangat tinggi, mencapai 95% hingga 100%.

3. Proses Pendinginan Radiasi

Pada malam hingga dini hari, langit yang cenderung cerah (tanpa awan) membuat panas bumi terlepas ke atmosfer dengan sangat cepat. Suhu di permukaan tanah menurun drastis, sehingga uap air yang jenuh di udara dekat permukaan langsung mengembun menjadi butiran air halus yang melayang di udara, membentuk kabut tebal.

4. Angin yang Tenang (Calm)

Laju angin yang sangat rendah (tenang) di wilayah Jambi membuat partikel kabut tersebut "terjebak" dan tidak berpindah tempat. Akibatnya, kabut bertahan cukup lama dari dini hari hingga sekitar pukul 08.00 - 09.00 WIB, menunggu matahari cukup panas untuk menguapkan butiran air tersebut.


Dampak dan Imbauan BMKG:

  • Jarak Pandang: Dilaporkan jarak pandang mendatar di beberapa wilayah sempat turun hingga di bawah 500 meter. Ini sangat berisiko bagi keselamatan transportasi darat maupun aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

  • Kesehatan: Meski bukan asap, kabut tebal ini membawa udara yang sangat lembap dan dingin yang bisa memicu kekambuhan bagi penderita asma atau alergi pernapasan.

  • Keamanan Berkendara: Gunakan lampu utama atau lampu kabut saat berkendara di pagi hari, dan kurangi kecepatan karena permukaan jalan cenderung licin akibat embun yang tebal.

BMKG memprediksi fenomena kabut pagi ini masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan, selama pola hujan di sore hari masih berlangsung di wilayah Jambi.

Central Monitoring Control 

PT.PKSS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran