Ribuan Buruh Siap Kepung Gedung DPR pada May Day, Ini 6 Tuntutan Utamanya
Senin, 06 April 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang, gelombang massa buruh dikabarkan akan memadati kawasan depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Aksi unjuk rasa ini membawa misi besar dengan menyuarakan enam tuntutan krusial terkait kesejahteraan pekerja dan kondisi ekonomi nasional.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak pada kaum buruh. "Kami akan memastikan suara buruh terdengar nyaring di jantung legislatif," ujarnya.
Daftar 6 Tuntutan Utama Buruh
Berikut adalah poin-poin yang menjadi fokus perjuangan massa buruh dalam aksi 1 Mei nanti:
Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja Buruh mendesak pemerintah dan DPR untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang dinilai mendegradasi hak-hak pekerja, mulai dari aturan pesangon hingga status kontrak kerja.
Hapus OutSourcing Tolak Upah Murah (HOSTUM) Menolak sistem kerja alih daya (outsourcing) yang dinilai tidak memberikan kepastian kerja dan menuntut kenaikan upah yang layak sesuai dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Reformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan Mendesak distribusi tanah yang adil bagi petani dan menolak ketergantungan pada impor pangan demi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) Menuntut DPR segera mengesahkan payung hukum bagi pekerja rumah tangga yang hingga kini masih rentan terhadap eksploitasi.
Tolak Kenaikan Harga BBM dan Sembako Kebijakan ekonomi yang memicu kenaikan harga barang pokok dianggap sangat membebani daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Wujudkan Jaminan Sosial Semesta Menuntut perbaikan sistem jaminan kesehatan dan jaminan pensiun yang lebih manusiawi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rencana Aksi dan Pengamanan
Aksi ini diprediksi akan diikuti oleh puluhan ribu buruh dari wilayah Jabodetabek. Pihak kepolisian pun telah menyiapkan skema pengamanan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Jalan Gatot Subroto untuk mengantisipasi kemacetan total.
Selain di Jakarta, aksi serupa serentak akan digelar di berbagai kota besar di Indonesia sebagai simbol solidaritas perjuangan kelas pekerja.
Central Monitoring Control
PT.PKSS
Komentar
Posting Komentar