Ancaman El Niño "Godzilla", Kalteng Siaga Satu Hadapi Risiko Karhutla Ekstrem

Selasa, 05 Mei 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul peringatan dini mengenai fenomena El Niño fase "Godzilla" yang diprediksi akan membawa kekeringan ekstrem sepanjang tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) yang mulai terdeteksi di sejumlah kabupaten rawan seperti Pulang Pisau, Kapuas, dan Kotawaringin Timur.

Kekeringan Panjang di Depan Mata

Fenomena El Niño "Godzilla"—istilah yang digunakan para pakar meteorologi untuk menggambarkan anomali suhu permukaan laut yang sangat kuat—diprediksi akan memicu kemarau yang jauh lebih kering dan panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa penurunan curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah dapat mencapai level kritis, yang secara otomatis meningkatkan kerentanan lahan gambut terhadap api.

Strategi Pencegahan dan Penanganan

Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, Satgas Karhutla Kalteng telah menyiapkan beberapa strategi prioritas:

  • Aktivasi Posko Lapangan: Penempatan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni di desa-desa rawan kebakaran.

  • Audit Infrastruktur Basah: Memastikan seluruh sekat kanal (canal blocking) dan embung di lahan gambut berfungsi optimal untuk menjaga kelembapan tanah.

  • Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC): Koordinasi dengan pemerintah pusat untuk segera melaksanakan operasi penyemaian awan guna mengisi cadangan air sebelum puncak kekeringan tiba.

  • Patroli Udara: Pengerahan helikopter water bombing dan survei udara untuk mendeteksi titik api sekecil mungkin agar tidak meluas.

Imbauan kepada Masyarakat

Pemerintah daerah dengan tegas melarang masyarakat maupun pihak korporasi untuk melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar. Selain sanksi pidana yang berat, pembakaran lahan di tengah kondisi El Niño ekstrem berisiko menimbulkan kabut asap lintas batas yang dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan.

"Kondisi tahun ini tidak bisa kita remehkan. El Niño kali ini memiliki intensitas yang sangat kuat. Kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk proaktif melaporkan jika melihat adanya kepulan asap di wilayah hutan atau lahan kosong," ujar juru bicara penanganan darurat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan melalui satelit terus diperketat selama 24 jam untuk memastikan situasi tetap terkendali di bawah koordinasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana. 

Central Monitorng Control

PT.PKSS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran