BMKG: 184 Zona Musim Masuki Kemarau Mei 2026, Waspada Kekeringan Ekstrem
Jumat, 01 Mei 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebanyak 26,3% wilayah Indonesia atau sekitar 184 Zona Musim (ZOM) mulai memasuki awal musim kemarau pada Mei 2026. Wilayah yang terdampak mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera, hingga Papua.
Daftar Wilayah Masuk Kemarau (Mei 2026)
Berdasarkan analisis dasarian BMKG, berikut adalah wilayah yang mulai mengalami penurunan curah hujan signifikan bulan ini:
Pulau Jawa: Sebagian besar wilayah Jawa Barat (termasuk Bekasi dan Depok), Jawa Tengah (seperti Kendal, Demak, dan Semarang), serta Jawa Timur.
Pulau Sumatera: Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan, Lampung, dan sebagian kecil Sumatera Utara.
Bali & Nusa Tenggara: Wilayah ini merupakan yang paling awal masuk kemarau, mencakup Bali, NTB, dan NTT secara menyeluruh.
Indonesia Timur: Sebagian Maluku, Papua bagian Timur, Papua Pegunungan, dan sebagian Papua Selatan.
Poin Penting Prediksi Musim 2026
Puncak Kemarau: Diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Kondisi Lebih Kering: Adanya indikasi fenomena El NiƱo moderat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat memperparah kondisi kekeringan.
Durasi Panjang: Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung selama 5 hingga 7 bulan (hingga akhir tahun 2026).
Imbauan untuk Masyarakat dan Instansi
Kepala BMKG menekankan agar pemerintah daerah dan masyarakat segera melakukan langkah antisipasi:
Sektor Pertanian: Mengatur pola tanam dan mengoptimalkan manajemen air irigasi.
Mitigasi Karhutla: Mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan seperti Sumatera dan Kalimantan.
Krisis Air Bersih: Daerah perkotaan seperti Bekasi dan Depok diimbau menghemat penggunaan air guna mencegah krisis air bersih di puncak kemarau nanti.
Komentar
Posting Komentar