BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 19-20 Mei 2026
Selasa, 19 Mei 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 19–20 Mei 2026.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, penumpukan massa udara basah serta adanya sirkulasi siklonik memicu pertumbuhan awan konvektif yang tebal, berpotensi mendatangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Potensi Cuaca Ekstrem Jabodetabek
Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, BMKG menetapkan status Waspada. Kondisi cuaca pada siang hingga menjelang malam hari diperkirakan akan sangat fluktuatif.
Berikut adalah rincian prediksi cuaca wilayah Jabodetabek:
Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat: Diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Wilayah-wilayah ini berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat berlangsung dalam durasi yang cukup lama.
Jakarta Pusat dan Jakarta Utara: Diprakirakan mengalami kondisi berawan di pagi hari, namun berpotensi beralih menjadi hujan dengan intensitas sedang pada siang atau sore hari.
Kepulauan Seribu: Berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan hembusan angin kencang berdurasi singkat.
Peringatan Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Wilayah Perairan
Selain di daratan, BMKG Maritim juga mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan kecepatan angin yang mencapai 15–30 knot, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan yang didominasi embusan angin dari arah Timur hingga Tenggara. Kondisi ini memicu gelombang laut kategori Sedang ($1.25$ hingga $2.5$ meter) di beberapa titik berikut:
Perairan Nusa Tenggara Timur (NTT): Meliputi Laut Sawu, Selat Sumba, Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor, Selat Pantar, Selat Ombai, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor-Rote.
Perairan Sumatera Utara: Perairan Barat Kepulauan Nias dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias akibat adanya indikasi sirkulasi siklonik yang memicu pertumbuhan awan badai.
Jalur Pantai Selatan: Sepanjang pantai selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, serta Laut Arafuru bagian tengah.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai) di sekitar wilayah perairan seperti Laut Natuna Utara, Selat Karimata, dan Laut Banda yang dapat memicu badai petir, angin kencang mendadak, serta menurunkan jarak pandang laut secara drastis.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Mengingat potensi cuaca ekstrem ini terjadi bersamaan dengan fase pasang maksimum air laut (banjir rob) akibat fenomena Super New Moon di pesisir utara Jakarta dan beberapa pesisir Jawa, masyarakat serta tim operasional lapangan diimbau untuk:
Waspada Genangan Lokal: Mengantisipasi sumbatan pada sistem drainase dan tali-tali air, terutama di area sekitar jalur infrastruktur aktif yang sedang mengalami penataan atau penyempitan jalur.
Keselamatan Transportasi: Pengendara diharapkan berhati-hati terhadap jalanan licin dan penurunan jarak pandang saat hujan lebat. Sementara untuk operator perahu nelayan dan kapal tongkang, diharapkan menunda atau meningkatkan kewaspadaan ekstra jika rute pelayaran melewati zona gelombang sedang.
Komentar
Posting Komentar