BMKG Prediksi Rentang Kemarau di Jawa Tengah: Wilayah Terlama Capai 9 Bulan
Senin, 04 Mei 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai prakiraan durasi musim kemarau di wilayah Jawa Tengah. Secara umum, durasi kemarau di provinsi ini sangat bervariasi, mulai dari yang paling singkat selama 3 bulan hingga wilayah yang mengalami kemarau panjang hingga 9 bulan.
Perbedaan durasi ini dipengaruhi oleh letak geografis serta fenomena cuaca yang memengaruhi kelembapan udara di masing-masing wilayah.
Wilayah dengan Kemarau Terlama (7 hingga 9 Bulan)
Wilayah yang diprediksi mengalami masa kering paling panjang umumnya berada di sepanjang kawasan pesisir utara (Pantura) dan sebagian wilayah timur. Hal ini disebabkan oleh minimnya tutupan awan dan pengaruh angin muson timur yang kuat.
Pesisir Utara Timur: Meliputi wilayah Rembang dan sebagian Pati.
Pesisir Utara Barat: Sebagian wilayah Brebes, Tegal, dan Pemalang.
Sebagian Wilayah Tengah: Sebagian kecil wilayah di sekitar Wonogiri dan Sragen yang berbatasan dengan Jawa Timur.
Wilayah dengan Kemarau Menengah (5 hingga 6 Bulan)
Mayoritas wilayah di Jawa Tengah masuk dalam kategori ini, di mana transisi musim berjalan secara normal sesuai pola tahunan.
Wilayah: Semarang Raya, Demak, Kudus, Grobogan, serta sebagian besar wilayah eks-Keresidenan Surakarta dan Keresidenan Kedu.
Wilayah dengan Kemarau Terpendek (3 hingga 4 Bulan)
Wilayah dengan durasi kemarau tersingkat biasanya merupakan daerah dataran tinggi atau pegunungan yang masih sering mengalami hujan lokal atau memiliki curah hujan tahunan yang sangat tinggi.
Pegunungan Tengah: Meliputi wilayah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan sebagian wilayah Banyumas.
Dataran Tinggi: Sebagian kecil wilayah Kabupaten Magelang dan lereng Gunung Slamet.
Imbauan Bagi Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah dengan prediksi kemarau panjang (di atas 7 bulan) untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dini, antara lain:
Manajemen Air: Mulai menampung air hujan dan menghemat penggunaan air bersih untuk kebutuhan harian.
Waspada Karhutla: Menghindari pembakaran lahan atau sampah di area terbuka yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan.
Sektor Pertanian: Petani disarankan menyesuaikan pola tanam dengan memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan (palawija).
Kondisi ini akan terus diperbarui oleh BMKG berdasarkan dinamika atmosfer terbaru. Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi resmi melalui kanal BMKG atau BPBD setempat.
Central Monitoring Control
PT.PKSS
Komentar
Posting Komentar