Laporan Terkini Dampak Banjir Sulawesi Tenggara: Kendari Tetapkan Status Tanggap Darurat
Selasa, 12 Mei 2026 CMC PKSS Menginformasikan:
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak delapan kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tenggara terendam banjir hingga berdampak pada 8.616 jiwa.
Bahwa dari ribuan warga terdampak banjir tersebut berasal dari delapan kabupaten kota se-Sultra yang terjadi pada pekan lalu.
Delapan daerah yang terendam banjir, ada 2 wilayah yang terparah akibat bencana tersebut. Yang paling parah di Kota Kendari, kemudian di Kabupaten Konawe.
Berikut adalah laporan terbaru mengenai dampak banjir di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) per Selasa, 12 Mei 2026:
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara mengonfirmasi bahwa banjir yang terjadi sejak Sabtu, 9 Mei 2026, telah meluas ke 8 daerah kabupaten/kota.
- Total Warga Terdampak: 8.616 jiwa.
- Total Rumah Terendam: 2.326 unit rumah.
- Daftar 8 Daerah Terdampak: Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Timur, dan Buton Utara.
Detail Situasi di Titik Terparah
1. Kota Kendari:
- Mencatat kerusakan rumah terbanyak dengan 794 bangunan terendam.
- Banjir merendam 7 kecamatan, termasuk Baruga, Poasia, Kambu, Kendari Barat, Wua-Wua, Kadia, dan Abeli.
- Sekitar 100 hektare sawah siap panen terancam gagal panen akibat terendam air.
- Pemerintah setempat telah menetapkan Status Tanggap Darurat.
2. Kabupaten Kolaka:
- Sebanyak 2.057 jiwa dan 586 unit rumah terdampak di empat kecamatan (Latambaga, Kolaka, Pomalaa, dan Samaturu).
- Fasilitas umum termasuk 7 unit sekolah (TK, SD, SMP) dan talud penahan jalan sepanjang 50 meter dilaporkan rusak.
3. Kabupaten Buton Utara:
- Menjadi wilayah terakhir yang melaporkan dampak banjir ke BPBD Sultra pada Senin malam.
Peringatan BMKG
- Masyarakat diminta untuk tetap waspada karena berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara masih berpotensi diguyur hujan lebat selama sepekan ke depan.
- Warga di daerah bantaran sungai atau cekungan diimbau untuk segera mengevakuasi diri jika debit air meningkat signifikan.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: CNN Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Komentar
Posting Komentar