Lombok Diguncang Tiga Gempa Beruntun Jumat Pagi, Warga Sempat Dengar Suara Gemuruh
Masyarakat di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikejutkan oleh serangkaian aktivitas seismik pada Jumat pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi tiga kali gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut dalam waktu yang relatif berdekatan.
Selain merasakan getaran, sejumlah warga di beberapa titik melaporkan sempat mendengar suara gemuruh sesaat sebelum dan bertepatan dengan terjadinya guncangan.
Kronologi Guncangan Beruntun
Berdasarkan data yang dihimpun dari BMKG, rentetan gempa tersebut terjadi dengan rincian sebagai berikut:
Gempa Pertama: Menjadi pembuka rangkaian guncangan dengan kekuatan yang cukup terasa oleh warga yang baru memulai aktivitas pagi.
Gempa Kedua: Menyusul tidak lama kemudian, memperluas area dirasakannya getaran di sekitar Pulau Lombok.
Gempa Ketiga: Terjadi sebagai rangkaian susulan yang menegaskan peningkatan aktivitas tektonik pada pagi hari ini.
Kesaksian Warga dan Fenomena Suara Gemuruh
Guncangan yang terjadi berturut-turut ini sempat memicu kepanikan warga, terutama yang berada di dalam ruangan. Beberapa warga di kawasan Lombok Barat dan Lombok Utara mengaku mendengar suara dentuman atau gemuruh berfrekuensi rendah dari dalam tanah.
Menurut ahli geopolitik dan seismologi dalam berbagai fenomena serupa, suara gemuruh tersebut umumnya merupakan gelombang akustik (akibat gelombang primer/P-wave) yang merambat dari pusat gempa melalui batuan ke udara, terutama jika pusat gempa tergolong dangkal.
Dampak dan Imbauan BMKG
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa pagi ini. Hasil pemodelan BMKG juga menunjukkan bahwa rangkaian gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat diimbau untuk:
Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menghindari bangunan yang retak atau sudah tua yang rawan runtuh akibat guncangan susulan.
Memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG (aplikasi infoBMKG atau media sosial resmi).
Demikian kami informasikan, terima kasih
Central Monitoring Control
PT.PKSS
Komentar
Posting Komentar