BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Memasuki Puncak Musim Kemarau Juni 2026, Ini Datanya

Rabu, 03 Juni 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meluasnya wilayah Indonesia yang memasuki musim kemarau pada bulan Juni 2026. Berdasarkan analisis zona musim (ZOM), tiupan Angin Monsun Australia yang bersifat kering kini telah mendominasi sebagian besar wilayah di selatan Khatulistiwa.

Kepala BMKG menyatakan bahwa transisi dan awal musim kemarau tahun ini bergerak sesuai dengan prediksi, di mana intensitas curah hujan di sejumlah wilayah strategis akan mengalami penurunan drastis sepanjang bulan ini.

Daftar Wilayah yang Memasuki Musim Kemarau pada Juni 2026

Berdasarkan data pemetaan iklim terbaru, berikut adalah wilayah-wilayah yang diprediksi telah dan akan memasuki musim kemarau sepanjang bulan Juni 2026:

  • Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara:

    • Sebagian besar wilayah Jawa Barat (terutama bagian utara dan timur).

    • Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    • Seluruh wilayah Jawa Timur.

    • Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

  • Pulau Sumatera:

    • Pesisir timur Sumatera Utara dan Riau.

    • Sebagian Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

  • Pulau Kalimantan & Sulawesi:

    • Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Timur.

    • Sulawesi Selatan (khususnya wilayah pesisir barat dan selatan) serta Sulawesi Tenggara.

  • Wilayah Maluku & Papua:

    • Sebagian wilayah Maluku merata ke tenggara.

    • Sebagian Papua bagian selatan (sekitar Merauke).

Imbauan dan Dampak Potensial

Seiring dengan datangnya musim kemarau ini, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan sejumlah catatan penting bagi sektor-sektor terkait:

1. Ancaman Kekeringan Meteorologis: Daerah-daerah yang minim curah hujan dalam jangka waktu lama diimbau untuk segera mengaktifkan manajemen ketahanan air dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih domestik.

2. Sektor Pertanian: Para petani diharapkan dapat menyesuaikan pola tanam yang hemat air atau beralih ke komoditas palawija guna menghindari risiko gagal panen.

3. Antisipasi Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan): Wilayah rawan seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan diwajibkan meningkatkan patroli pengawasan titik panas (hotspot) guna mencegah terjadinya kebakaran lahan terbuka.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondisi kesehatan fisik, mengingat perbedaan suhu udara yang cukup kontras antara siang hari yang terik dan malam hari yang cenderung lebih dingin (fenomena bediding) yang umum terjadi selama musim kemarau.

Central Monitoring Control

PT.PKSS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran