Mitigasi Bencana Longsor Sebelum, Saat dan Sesudah Longsor
Jumat, 14 November 2025 TIM PKSS Menginformasikan:
Salah satu bencana alam yang rawan terjadi saat musim hujan adalah tanah longsor. Bencana longsor umumnya ditandai dengan munculnya retakan-retakan di lereng, tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.
Menurut situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berikut ini tindakan saat terjadi tanah longsor.
A. Tanda-tanda Awal Longsor
Waspadai tanda-tanda berikut yang menunjukkan potensi longsor:
- Munculnya retakan-retakan di lereng.
- Tebing mulai rapuh dan kerikil berjatuhan.
- Suara tidak biasa seperti retakan pohon atau benturan batu.
- Air sungai berubah menjadi keruh dan kecoklatan.
B. Tindakan Saat Terjadi Tanah Longsor (BNPB)
Jika longsor terjadi, lakukan langkah-langkah darurat ini:
- Segera menjauh dari lahan miring dan daerah longsoran.
- Hindari menggunakan jembatan, jalan layang, atau terowongan.
- Jika berada di luar, segera cari lokasi aman yang jauh dari benda atau bangunan yang dapat runtuh.
C. Tindakan Setelah Terjadi Longsor
Setelah terjadi tanah longsor, kamu bisa melakukan tindakan-tindakan berikut untuk mencegah dampak yang lebih besar.
- Jangan mendekati area longsor.
- Periksa kerusakan bangunan dan lingkungan sekitarmu.
- Berlindung sementara di rumah kerabat atau tempat pengungsian sementara yang aman dari longsor.
- Waspada terjadinya banjir bandang atau longsor susulan.
- Segera tanam kembali tanah yang longsor untuk mencegah bahaya longsor di masa mendatang.
- Lapor petugas bila terpisah atau kehilangan anggota keluarga.
D. 14 Faktor Penyebab Tanah Longsor
Mengutip dari situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan tanah longsor.
- Hujan
- Lereng terjal
- Tanah yang kurang padat dan tebal
- Batuan yang kurang kuat
- Jenis tata lahan
- Getaran
- Susut muka air danau atau bendungan
- Adanya beban tambahan
- Pengikisan/erosi
- Adanya material timbunan padan tebing
- Bekas longsoran lama
- Adanya bidang diskontinuitas (bidang tidak sinambung)
- Penggundulan hutan
- Daerah pembuangan sampah
Demikian kami informasikan, terima kasih
Sumber: Detiknews, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Komentar
Posting Komentar