13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan, Status Siaga Darurat Resmi Ditetapkan

Rabu, 22 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Sebanyak 13 desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, masuk dalam kategori rawan terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. 13 desa tersebut tersebar di 6 kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur dan Donomulyo. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, BPBD telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 15 Juni 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa belasan desa yang rawan tersebut tersebar di enam kecamatan.

Sebaran Wilayah Rawan Kekeringan

Dari total 13 desa yang dipetakan, delapan di antaranya tercatat memiliki tingkat kerawanan yang tinggi:

Kecamatan Donomulyo (Potensi terdampak terbesar): Meliputi Desa Sumberoto, Mentaraman, dan Tulungrejo dengan estimasi sekitar 638 kepala keluarga (KK) dari 5 dusun.

Kecamatan Kalipare: Meliputi Desa Putukrejo dan Sukowilangun dengan potensi sekitar 596 KK terdampak.

Kecamatan Bantur: Terdapat sekitar 675 KK yang berpotensi terdampak (berpusat di Desa Bandungrejo).

Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pagak, dan Gedangan: Mencakup desa-desa dengan tingkat kerawanan sedang hingga tinggi, seperti Desa Sumberagung, Harjokuncaran, Sitiarjo, Kedungbanteng, Pagak, Sumberjo, dan Gajahrejo.

Kondisi Terkini dan Langkah Antisipasi

Meskipun status siaga darurat telah diketok palu, BPBD Kabupaten Malang mencatat baru ada satu laporan masuk terkait penurunan debit air bersih, yakni dari Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Kendati demikian, penurunan tersebut dinilai belum signifikan dan situasi masih aman. Pihak BPBD memastikan belum ada kebutuhan mendesak untuk melakukan dropping (penyaluran) air bersih ke wilayah tersebut karena belum masuk pada fase krisis kekeringan.

Pemerintah daerah melalui BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan intensif, serta menyiagakan personel dan peralatan guna mengantisipasi pergerakan cuaca kering yang puncaknya diprediksi berlangsung hingga akhir September. Warga di wilayah rawan juga diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih sehari-hari

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: Detik/CMC


Komentar