Waspada Karhutla: Titik Panas di Sumsel Melonjak, BPBD Perketat Patroli Darat dan Udara


Selasa, 14 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) kini ditingkatkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan adanya lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) pada pertengahan Juli 2026, yang dipicu oleh cuaca kering akibat puncak musim kemarau.

Lonjakan Titik Panas Harian

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa pada 12 Juli 2026, terdeteksi sebanyak 92 titik panas dalam kurun waktu 24 jam. Angka ini tercatat sebagai jumlah harian tertinggi sepanjang bulan Juli 2026.

"Terjadi peningkatan hotspot pada 12 Juli kemarin, angka itu menjadi yang tertinggi sepanjang bulan ini," ujar Sudirman dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak terkonsentrasi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Musi Banyuasin (Muba) dengan masing-masing 27 titik, disusul oleh Musi Rawas (Mura) sebanyak 11 titik. Secara keseluruhan, per 13 Juli, hotspot telah menyebar di 14 daerah di Sumsel, dengan hanya tiga wilayah yang terpantau nihil, yakni Pagar Alam, Lubuklinggau, dan Prabumulih.

Data Akumulasi Hotspot (Januari–Juli 2026)

Hingga pertengahan Juli ini, total akumulasi titik panas di Sumsel telah mencapai 606 titik. Angka ini menunjukkan tren peningkatan jika disandingkan dengan akumulasi bulanan sebelumnya:

  • Mei: 708 titik

  • Juni: 755 titik

  • Total Januari – 12 Juli 2026: 2.455 titik

Sebaran Hotspot Berdasarkan Wilayah (Data Juli 2026):

WilayahJumlah Titik Panas
Muara Enim446
Lahat369
Muba332
Muratara224
OKI190
Mura175
OKU126
Ogan Ilir110
Banyuasin105
Pagar Alam8

Upaya Penanggulangan dan Mitigasi

Meskipun hotspot merupakan indikator awal adanya panas di permukaan dan tidak selalu berarti kebakaran hutan, pihak BPBD menegaskan bahwa setiap temuan harus segera diverifikasi di lapangan.

"Hotspot merupakan indikator awal yang harus segera ditindaklanjuti. Karena itu, kami terus melakukan patroli darat dan pemantauan udara agar setiap potensi kebakaran bisa ditangani sedini mungkin," tegas Sudirman.

Imbauan kepada Masyarakat

BPBD Sumsel mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk:

  1. Tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering dan minim curah hujan.

  2. Segera melapor kepada petugas atau otoritas setempat apabila menemukan titik api, guna mencegah penyebaran api yang lebih luas.

Langkah preventif ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kebakaran besar yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera Selatan.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: Detiksumbagsel.com

Komentar