Banjir Rendam 12 Kecamatan di Karawang, Ribuan Warga Mengungsi
Selasa, 20 Januari 2026 CMC PKSS Menginformasikan:
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hingga hari ini, Selasa, 20 Januari 2026, Kabupaten Karawang masih dalam kondisi darurat akibat banjir yang meluas.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD per pagi ini, wilayah terdampak telah berkembang hingga mencakup 12 hingga 13 kecamatan.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai kondisi terkini di Karawang:
1. Statistik Dampak Banjir
Kondisi banjir dilaporkan cukup signifikan dengan cakupan wilayah yang luas:
- Warga Terdampak: Mencapai sekitar 13.304 jiwa (4.304 KK).
- Warga Mengungsi: Sekitar 2.413 orang telah mengungsi ke berbagai posko pengungsian karena rumah mereka tidak dapat ditinggali.
- Rumah Terendam: Sebanyak 3.163 unit rumah terdampak air dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm hingga 1 meter.
2. Wilayah Terdampak Paling Parah
Banjir dipicu oleh meluapnya beberapa sungai besar seperti Sungai Citarum, Cibeet, Cigentis, dan Cilamaya akibat curah hujan ekstrem sejak akhir pekan lalu.
Beberapa titik kritis meliputi:
- Kecamatan Telukjambe Barat: Desa Karangligar, Mekarmulya, dan Mulyajaya (ketinggian air mencapai 1 meter).
- Kecamatan Telukjambe Timur: Perumahan Karaba Indah dan Bintang Alam.
- Kecamatan Karawang Barat: Kelurahan Karawang Kulon dan Tanjungmekar.
- Wilayah Selatan: Akses jalan di Pangkalan menuju Nambo sempat terputus akibat luapan Sungai Cibeet.
Berdasarkan laporan terkini dari lapangan dan pihak kepolisian, berikut adalah rute yang masih tertutup/terhambat serta jalur alternatif yang bisa digunakan:
1. Rute yang Masih Tertutup/Terputus
Jalur Karawang Selatan (Pangkalan - Nambo):
- Kondisi: Jalur utama yang menghubungkan Pangkalan dengan wilayah Nambo (Bogor) saat ini tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat akibat luapan Sungai Cibeet dan Cigentis di badan jalan.
- Titik Kritis: Kampung Bunder (Desa Tamansari) dan Desa Tamanmekar.
Akses Desa Karangligar (Telukjambe Barat):
- Kondisi: Jalan akses utama menuju desa ini terendam banjir dengan ketinggian hingga 1 meter, praktis hanya bisa diakses menggunakan perahu karet relawan.
Jalur Arteri Klari (Titik Pancawati):
- Kondisi: Meskipun tidak terputus total, terdapat genangan air yang sering kali menyebabkan kendaraan roda dua mogok. Arus lalu lintas di sini dilaporkan sangat padat dan melambat.
Lintasan Kereta Api (Jalur Utara):
- Update: Terdapat pembatalan sejumlah perjalanan KA karena rel di beberapa petak terendam (seperti petak Jakarta Kota-Kampung Bandan dan arah timur ke Pekalongan). Jika ada rencana menggunakan kereta api dari Stasiun Karawang, harap cek aplikasi Access by KAI secara berkala.
2. Jalur Alternatif yang Disarankan
Berikut opsi alternatifnya apabila ingin melakukan perjalanan dari atau menuju Karawang:
Menuju Bogor dari Pangkalan:
- Karena jalur Pangkalan-Nambo terputus, pengendara disarankan menggunakan Tol Jakarta-Cikampek dan keluar di Gerbang Tol Cibatu atau Cikarang Pusat, lalu menyusuri jalur Delta Mas untuk menuju wilayah Bogor timur/Jonggol.
Menuju Pusat Kota Karawang:
- Hindari melewati jalur Telukjambe (wilayah Perumahan Karaba dan Bintang Alam) yang saat ini menjadi titik evakuasi dan genangan.
- Gunakan jalur Jalan Raya Galuh Mas atau akses Tol Karawang Barat langsung ke pusat kota melalui Jalan Ahmad Yani.
Menuju Pantura (Cikampek/Subang):
- Jika jalur arteri Klari/Pancawati macet parah atau tergenang, Anda bisa menggunakan jalur alternatif melalui Curug - Kosambi atau masuk ke dalam Tol Jakarta-Cikampek dan keluar di Gerbang Tol Kalihurip/Dawuan.
Imbauan BPBD:
- Tinggi Muka Air (TMA) di Sungai Citarum dan Cibeet sempat berada pada status Awas. Warga di bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi luapan susulan jika hujan deras kembali turun sore atau malam nanti.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Kompas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Komentar
Posting Komentar