Data Desa dan Dusun yang Hilang akibat Banjir dan Longsor di Aceh
Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh akhir November 2025 lalu telah menyebabkan sejumlah desa dan dusun hilang disapu air bah.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh, desa dan dusun yang hilang akibat banjir tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.
Jubir Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, Selasa (6/12/2025) mengatakan, permukiman tersebut lenyap akibat terseret arus banjir dan longsor, sehingga tidak lagi dapat dihuni.
Khusus di Aceh Tamiang, desa dan dusun yang hilang berada di Kecamatan Sekerak, yaitu Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang.
Seluruh penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.
Sementara di Aceh Utara, permukiman warga yang hilang berada di dusun di Desa Guci, Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dudun Rayeuk Pungkie. Kampung-kampung itu berada Kecamatan Sawang dan Langkahan.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Nagan Raya. Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar permukiman tidak lagi tersisa.
Di wilayah Aceh Tengah, Desa Bintang Pupara dan Kalasegi dilaporkan hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat. Penduduknya saat ini masih mengungsi.
Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup banyak. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor.
Hal serupa juga terjadi di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, satu dusun dinyatakan hilang. Sementara di Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe juga mengalami kondisi yang sama.
Akibat bencana ini, pemerintahan desa di wilayah terdampak tidak dapat menjalankan aktivitas pemerintahan secara normal karena seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.
Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan, termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Demikian kami informasikan terima kasih.
Sumber: kompas.com

Komentar
Posting Komentar