BMKG Ungkap Penyebab Jabodetabek Panas Banget Beberapa Hari Terakhir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab suhu panas yang terasa cukup menyengat di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir. BMKG menyebut kondisi cuaca cerah dengan suhu terik terutama terjadi pada siang hari.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, Selasa (28/4/2026) mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu terukur tertinggi di wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 35-36°C di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.
Kondisi panas tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya, kata dia, posisi semu matahari pada April berada di sekitar lintang Khatulistiwa bagian utara. Menandakan intensitas sinar matahari cukup intensif di wilayah Indonesia.
Selain itu, langit yang cenderung bersih tanpa awan dari pagi hingga siang hari membuat panas matahari mencapai permukaan bumi tanpa penghalang. Meskipun demikian, kelembapan udara yang masih cukup tinggi di masa transisi, menambah ketidaknyamanan karena keringat yang tidak dapat menguap dengan mudah akibat kandungan uap air yang tinggi di wilayah Indonesia.
Faktor lain, juga adanya dominasi angin timuran dari Australia yang bersifat kering. Hal itu menyebabkan kurangnya pembentukan awan di wilayah selatan Khatulistiwa.
BMKG menilai kondisi ini merupakan bagian dari masa transisi menuju musim kemarau. Untuk wilayah Jakarta, musim kemarau diperkirakan baru akan dimulai pada Mei 2026.
Masyarakat disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh dan kecukupan cairan selama beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Demikian kami informasikan terimakasih.
Sumber: detiknews

Komentar
Posting Komentar