Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki: Delapan Desa di Flores Timur Terdampak Hujan Abu Vulkani
Rabu, 10 Juni 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah desa di sekitar lereng gunung api tipe strato tersebut kini dilanda hujan abu vulkanik yang mengganggu aktivitas keseharian warga.
Desa Terdampak
Berdasarkan laporan terkini, hujan abu dan pasir halus telah menyelimuti delapan desa yang berada dalam radius 4 hingga 12 kilometer dari pusat erupsi. Desa-desa tersebut meliputi:
Desa Boru Kedang
Desa Hokeng Jaya
Desa Nawokote
Desa Klatanlo
Desa Waiula
Desa Pantai Oa
Desa Hewa
Desa Ojan Detun
Keluhan Warga
Robertus Kwuta (40), salah satu warga Desa Boru Kedang, menuturkan bahwa fenomena hujan abu dan pasir halus ini telah terjadi selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini mulai memberikan dampak nyata terhadap kehidupan warga.
"Sudah beberapa hari ini turun hujan abu, kadang pasir halus. Kami mulai cemas atap rumah bisa rusak karena abu vulkanik," ujar Robertus, Rabu (10/6/2026).
Selain kekhawatiran terhadap kerusakan bangunan, warga juga menghadapi krisis logistik pangan dan pakan ternak. Pasokan sayuran dan rumput ternak yang terpapar abu vulkanik kini tidak lagi aman untuk dikonsumsi. Meski merasa cemas dengan eskalasi erupsi yang terus meningkat, warga saat ini hanya bisa pasrah sembari tetap waspada.
Catatan Pos Pengamat Gunung Api (PGA)
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Fransiskus Xaverius Masan, mencatat peningkatan aktivitas yang cukup intens pada periode pengamatan Rabu, pukul 12.00 WITA hingga 18.00 WITA.
Tercatat sebanyak 4 kali letusan terjadi dengan rincian data sebagai berikut:
Amplitudo: 29,6–47,3 mm.
Durasi: 51–108 detik.
Kolom Abu: Teramati mencapai ketinggian 500 hingga 1.000 meter dengan kolom asap berwarna kelabu.
Imbauan Pemerintah
Menanggapi kondisi tersebut, Fransiskus mengimbau masyarakat di sekitar area terdampak untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta secara disiplin menggunakan masker atau alat pelindung diri (APD) saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan maupun mata.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengamat gunung api terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan seismik Gunung Lewotobi Laki-laki.
Demikian kami informasikan, terima kasih
Sumber: Kompas.com
Komentar
Posting Komentar