Aktivitas Gunung Lewotobi Mulai Menurun, Status Masih Siaga


Jum'at, 03 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya tren penurunan aktivitas vulkanik pada Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski menunjukkan indikasi melandai, otoritas terkait menegaskan bahwa status gunung tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Data Kegempaan Periode 23–30 Juni 2026

Berdasarkan pemantauan intensif selama sepekan terakhir (23–30 Juni 2026), Badan Geologi mencatat fluktuasi aktivitas kegempaan yang cukup beragam, sebagai berikut:

  • Gempa Letusan: 76 kali

  • Gempa Hembusan: 37 kali

  • Tremor Non-Harmonik: 195 kali

  • Tremor Harmonik: 7 kali

  • Low Frequency: 49 kali

  • Vulkanik Dalam: 8 kali

  • Tektonik Lokal: 10 kali

  • Tektonik Jauh: 27 kali

  • Guguran: 1 kali

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa secara visual, kondisi gunung masih menunjukkan aktivitas fluktuatif dengan tinggi kolom erupsi yang terpantau berada di kisaran 500 hingga 1.000 meter di atas puncak gunung.

Indikasi Pelepasan Tekanan Magma

Penurunan aktivitas ini didukung oleh data deformasi yang menunjukkan bahwa sistem magmatik dangkal Gunung Lewotobi Laki-laki sedang mengalami deflasi (pengempisan) secara berkelanjutan.

"Data dari tiltmeter Wolorona (WLR2) menunjukkan penurunan signifikan pada sumbu Y sejak akhir Mei hingga awal Juli. Hal ini mengindikasikan pelepasan tekanan yang terus berlangsung akibat erupsi berulang," ujar Lana dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).

Lana menambahkan bahwa data dari stasiun GPS (CFLT dan GNRB) juga tidak menunjukkan adanya perubahan deformasi yang signifikan maupun tanda-tanda adanya inflasi (penggelembungan) baru. Pergerakan horizontal di sekitar gunung terpantau relatif stabil dalam beberapa minggu terakhir.

Belum Ada Indikasi Pasokan Magma Baru

Analisis menyeluruh terhadap data visual dan instrumental hingga akhir Juni 2026 menyimpulkan bahwa energi yang sebelumnya terakumulasi telah banyak dilepaskan melalui rangkaian erupsi sejak awal Juni 2026.

Hingga saat ini, Badan Geologi belum mendeteksi adanya pengisian ulang (recharge) magma dari kedalaman. Hal ini menempatkan sistem vulkanik pada fase penurunan aktivitas, kendati masyarakat diminta tetap waspada karena potensi erupsi skala kecil hingga sedang masih dimungkinkan terjadi.

Imbauan Keselamatan

Merespons kondisi tersebut, Badan Geologi tetap menetapkan Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III (Siaga). Lana Saria menegaskan pentingnya kepatuhan warga terhadap zona bahaya guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat di sekitar gunung maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi,"

Demikian kami informasikan, terima kasih.

Sumber: Kompas.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran

Daftar 33 Jalan Ditutup Sementara Saat Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta