Dampak Karhutla Kalteng, Udara Kota Palangka Raya Masih Tak Sehat
Jum'at, 31 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih berdampak ke Kota Palangka Raya. Berdasarkan pantauan aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (31/7/2026), kualitas udara ibu kota Kalteng ini berada pada level kuning atau kategori tidak sehat.
"Konsentrasi partikulat halus PM2,5 tercatat mencapai 138,1 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa dampak karhutla masih cukup terasa dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat," tulis BMKG dalam rilis resminya di Instagram, Jumat (31/7/2026).
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, upaya penanganan kebakaran terus digencarkan. Tim posko penanganan karhutla bersama personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik rawan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menegaskan bahwa seluruh personel terus disiagakan untuk mempercepat pengendalian api dan mencegah kebakaran meluas.
"Kami memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersiaga dan bekerja optimal agar api dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke area yang lebih luas," ujar Hendrikus, Jumat siang.
Selain pemadaman, petugas di lapangan juga fokus melakukan pendinginan pada lahan yang terbakar serta menggelar patroli rutin untuk mengantisipasi munculnya bara api baru.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara berada di kategori tidak sehat. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk mengenakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap.
Pemkot Palangka Raya berkomitmen memperkuat koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan karhutla dan memulihkan kualitas udara.
"Kondisi udara yang masih tercemar menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat diminta ikut berperan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api," pungkasnya.
Demikian kami informasikan, terima kasih
Sumber: Detikkalimantan.com
Komentar
Posting Komentar