Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Banten, Terasa hingga Bogor: BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Rabu, 08 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Wilayah Selat Sunda diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 pada Rabu (8/7/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik dengan kedalaman pusat gempa 43 kilometer. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujar Wijayanto, Rabu (8/7/2026).
Titik Episentrum dan Dampak Guncangan
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa terletak di laut pada koordinat 6,83 derajat Lintang Selatan dan 105,04 derajat Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di wilayah Kabupaten Pandeglang, tetapi juga merambat hingga ke wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Intensitas getaran yang dirasakan masyarakat tercatat berada pada skala III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Skala IV MMI: Guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah maupun sebagian orang di luar ruangan. Getaran dapat menyebabkan jendela dan pintu berderik, dinding berbunyi, hingga pecahnya peralatan rumah tangga (gerabah).
Skala III MMI: Getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai getaran saat truk besar melintas.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Hingga pemantauan terakhir pada pukul 03.05 WIB, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga memberikan beberapa arahan bagi warga di wilayah terdampak:
Periksa Bangunan: Segera lakukan pengecekan pada kondisi bangunan tempat tinggal sebelum beraktivitas kembali.
Hindari Kerusakan: Jika ditemukan adanya retakan atau kerusakan struktural akibat gempa, warga diminta untuk menjauhi bangunan tersebut demi alasan keselamatan.
Pantau Informasi Resmi: Warga diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi hanya melalui kanal-kanal resmi milik BMKG.
Komentar
Posting Komentar