Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Petakan 5 Kecamatan Rawan Kekeringan di Ponorogo
Senin, 06 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Jawa Timur memetakan lima kecamatan di wilayahnya yang berpotensi mengalami bencana kekeringan selama musim kemarau 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan bahwa puncak musim kemarau di bumi reog tersebut diperkirakan akan terjadi antara bulan Juli hingga Agustus mendatang.
Tanggal: 5 Juli 2026 Lokasi: Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur Status: Puncak Musim Kemarau (Estimasi Juli – Agustus 2026)
Ringkasan Situasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dalam rangka menghadapi puncak musim kemarau. Meskipun terdapat kerawanan, diprediksi dampak kekeringan tahun ini tidak akan separah periode sebelumnya karena telah beroperasinya sumur dalam mandiri di beberapa desa terdampak.
Detail Pemetaan:
Wilayah Terdampak: Lima kecamatan diidentifikasi rawan kekeringan, yaitu:
Kecamatan Pulung
Kecamatan Slahung
Kecamatan Bungkal
Kecamatan Badegan
Kecamatan Sawoo
Titik Krisis: Sebanyak 10 desa di kecamatan-kecamatan tersebut menjadi fokus perhatian karena potensi krisis air bersih bagi warga setempat.
Faktor Mitigasi:
Pembangunan sumur dalam (sumur jor) oleh pemerintah sejak tahun 2025 telah berhasil menekan ketergantungan masyarakat pada distribusi air bersih (dropping).
Beberapa desa yang sebelumnya rutin menerima distribusi air bersih (seperti Desa Karangpatihan, Duri, dan Wates) dilaporkan kini sudah dapat memenuhi kebutuhan air secara mandiri.
Komentar
Posting Komentar