Jawa Tengah Masih Dilanda Suhu Dingin pada Juli 2026, BMKG Jelaskan Penyebabnya
Jumat, 10 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Fenomena bediding atau suhu dingin saat musim kemarau masih menyelimuti berbagai wilayah di Jawa Tengah sejak Juni 2026. Memasuki Juli 2026, udara pada malam hingga pagi hari masih terasa sangat dingin, bahkan embun es kembali muncul di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
Berdasarkan informasi dari BMKG fenomena suhu dingin atau "bediding" yang masih melanda Jawa Tengah hingga Juli 2026 disebabkan oleh beberapa faktor utama:
Puncak Musim Kemarau: Sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada periode Juli hingga Agustus 2026. Kondisi ini membuat suhu udara terasa sangat dingin pada malam hingga pagi hari, sementara siang hari tetap terasa panas.
Menguatnya Monsun Australia: Aliran angin yang berasal dari Australia membawa massa udara yang dingin dan kering karena di wilayah tersebut saat ini sedang mengalami musim dingin.
Langit Cerah (Minim Tutupan Awan): Langit yang cenderung cerah tanpa banyak awan pada malam hari menyebabkan panas dari permukaan Bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer melalui proses radiasi balik gelombang panjang. Karena tidak ada awan yang berfungsi "menahan" panas (seperti selimut), suhu permukaan Bumi merosot tajam pada dini hari.
Sebagai dampak dari kondisi ini, suhu udara di beberapa wilayah, terutama di kawasan pegunungan seperti Dataran Tinggi Dieng, bahkan sempat mencapai minus 7 derajat Celsius pada 9 Juli 2026, yang memicu munculnya embun es. Warga di berbagai daerah lain seperti Solo, Semarang, Purwokerto, hingga Sragen juga melaporkan penurunan suhu udara.
Central Monitoring Control
PT.PKSS
Komentar
Posting Komentar