Kemarau Lebih Kering Imbas El Nino, 34 Desa di Grobogan Mulai Krisis Air Bersih
Selasa, 14 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Bencana kekeringan dan krisis air bersih sebagai dampak nyata musim kemarau dilaporkan mulai melanda puluhan desa di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, selama hampir satu bulan terakhir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Juli ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) telah mendistribusikan bantuan air bersih dengan menyasar 34 desa yang tersebar di 8 wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Grobogan, Toroh, Wirosari, Kedungjati, Purwodadi, Geyer, Tawangharjo, dan Kradenan.
Bencana kekeringan yang mulai mengepung puluhan desa tersebut dipicu oleh penyusutan debit air sungai secara drastis serta mengeringnya sumur-sumur yang selama ini menjadi andalan warga sehari-hari.
Wilayah Kabupaten Grobogan memang selalu menjadi langganan bencana kekeringan parah setiap kali memasuki musim kemarau.
Berdasarkan pemetaan berkala, puncak krisis air bersih di Grobogan diperkirakan baru akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan prakiraan bahwa musim kemarau pada tahun 2026 ini akan jauh lebih kering dan memiliki durasi yang lebih panjang jika dibandingkan dengan kondisi normal biasanya.
Kondisi ekstrem tersebut dapat terjadi lantaran musim kemarau kali ini datang bersamaan dengan fenomena El Nino, yaitu peristiwa memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga bagian timur yang kerap memicu minimnya curah hujan.
Selain bersiaga penuh dalam melayani penanggulangan kebencanaan daerah secara umum, pihak BPBD Grobogan per Juli ini tercatat sudah mempersiapkan sebanyak 120 tangki armada air bersih guna mencukupi kebutuhan harian masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana kemarau.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Kompas/BMKG
Komentar
Posting Komentar