Musim Kemarau Diprediksi Panjang, Potensi Kebakaran di Jakarta Meningkat


Selasa, 21 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman risiko kebakaran seiring dengan prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dan kering pada tahun ini. Kondisi cuaca yang ekstrem tersebut dinilai memperbesar potensi terjadinya insiden kebakaran, terutama di kawasan-kawasan padat penduduk.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta usai meresmikan kawasan bedah rumah korban kebakaran di Jalan Bangka III, Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini memiliki karakteristik yang lebih panjang dan kering dari biasanya.

"Seperti kita ketahui bersama, kemaraunya diprediksi oleh BMKG akan panjang dan kemungkinan akan kering. Dan karena panjang dan kering, kemungkinan untuk terjadinya kebakaran dan sebagainya, potensinya lebih besar," ujar Gubernur.

Dorong Gerakan Satu RW Satu APAR

Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan dini (preventif), Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat serta mendorong gerakan penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap tingkat Rukun Warga (RW).

Langkah ini juga diperkuat dengan landasan regulasi melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Gerakan Masyarakat Punya APAR (GEMPAR). Pengadaan APAR di lingkungan permukiman dinilai sangat vital mengingat kondisi geografis Jakarta yang banyak memiliki wilayah padat penduduk, di mana armada pemadam kebakaran seringkali terkendala akses masuk yang sempit ketika terjadi darurat.

"Ketika ada terjadi kebakaran, APAR bisa digunakan saat alat pemadam kebakaran besar sulit masuk ke daerah padat penduduk," tambahnya.

Imbauan untuk Warga di Wilayah Rawan

Pemprov DKI Jakarta memetakan sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori rawan kebakaran, khususnya kawasan permukiman padat penduduk seperti Tambora di Jakarta Barat dan Cakung di Jakarta Timur.

Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dan proaktif menjaga keamanan lingkungan sekitar dari pemicu-pemicu kecil yang dapat berakibat fatal. Warga diminta untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok—terutama yang masih menyala—serta senantiasa memeriksa instalasi listrik guna menghindari potensi korsleting.

Central Monitoring Control

PT.PKSS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran

Daftar 33 Jalan Ditutup Sementara Saat Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta