Waspada Hunian Dekat Jalan Raya, IDAI Ingatkan Bahaya Polusi bagi Kesehatan Anak


Rabu, 08 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan serius bagi para orang tua terkait dampak buruk polusi udara bagi kesehatan anak. Tinggal di area yang berdekatan dengan jalur padat lalu lintas, seperti jalan raya atau jalan tol, dinilai meningkatkan risiko berbagai penyakit pernapasan secara signifikan.

Dalam seminar media bertajuk ‘Dampak Polusi Udara pada Anak’ yang digelar secara daring pada Rabu (8/7/2026), dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr. Cynthia Centauri, Sp.A., Subsp.Respi.(K), menekankan bahwa lokasi hunian memiliki kaitan erat dengan paparan traffic related air pollution (TRAP).

"Kalau punya rumah di pinggir jalan raya besar, itu otomatis meningkatkan risiko polusi udara yang didapat dari debu jalanan atau gas buang kendaraan bermotor," ungkap dr. Cynthia.

Mengapa Anak Lebih Rentan?

Menurut dr. Cynthia, anak-anak memiliki kerentanan fisik yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa terhadap udara kotor. Hal ini dikarenakan paru-paru anak masih dalam tahap perkembangan. Selain itu, volume udara yang dihirup anak bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan orang dewasa dalam satuan waktu yang sama, sehingga paparan polutan menjadi jauh lebih intens.

Asap knalpot yang mengandung partikel debu halus (PM), karbon hitam, nitrogen dioksida, hingga logam berat dapat dengan mudah terhirup dan memicu masalah serius, mulai dari asma, bronkitis, hingga infeksi paru-paru.

Polusi Tidak Hanya dari Luar Rumah

Selain polusi dari lalu lintas, dr. Cynthia mengingatkan bahwa sumber polutan di lingkungan rumah sering kali terabaikan. Ia memberikan contoh kasus seorang balita berusia tiga tahun yang mengalami infeksi pernapasan berulang akibat kombinasi paparan asap kendaraan dari jalan tol, kebiasaan tetangga membakar sampah, proyek renovasi bangunan, hingga paparan asap rokok elektrik (vape) di dalam rumah.

"Polusi udara bukan hanya berasal dari luar rumah, tetapi merupakan akumulasi paparan dari lingkungan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari," tegasnya.

Langkah Preventif yang Bisa Dilakukan Orang Tua

IDAI mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencegah polusi yang bersumber dari aktivitas domestik, yaitu dengan cara:

  • Menghentikan pembakaran sampah di lingkungan rumah.

  • Menjauhkan anak dari paparan asap rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape).

  • Mengisolasi anak dari area debu akibat proyek perbaikan atau renovasi bangunan.

  • Memantau kualitas udara melalui aplikasi sebelum beraktivitas di luar ruangan.

  • Penggunaan masker: Jika kualitas udara sedang tidak sehat, anak di atas usia tiga tahun disarankan untuk menggunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar rumah.

Melalui langkah-langkah pencegahan ini, orang tua diharapkan dapat melindungi organ pernapasan anak dari kerusakan jangka panjang akibat akumulasi polusi udara.

Demikian kami informasikan, terima kasih.

Sumber: Inilah.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demo Mahasiswa BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengguna Jalan Diimbau Hindari Ruas Ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Hindari Kawasan DPR, Ini Jalur Alternatif