3 Gunung Api di Indonesia Erupsi Beruntun pada Selasa Malam


Rabu, 19 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tiga gunung api aktif di Indonesia mengalami erupsi secara beruntun pada Selasa (18/8/2026) malam. Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Semeru.

Berikut adalah rincian data aktivitas erupsi dari masing-masing gunung berdasarkan laporan resmi Badan Geologi:

1. Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara)

Gunung Ibu tercatat mengalami letusan beruntun sebanyak tiga kali dalam kurun waktu beberapa jam pada Selasa malam:

  • Erupsi Pertama: Pukul 20.36 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak.

  • Erupsi Kedua: Pukul 20.58 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter.

  • Erupsi Ketiga: Pukul 23.11 WIT dengan membubungkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu setinggi 600 meter yang mengarah ke timur laut dan timur.

  • Status Aktivitas: Level II (Waspada).

2. Gunung Lewotobi Laki-laki (Flores Timur, Nusa Tenggara Timur)

  • Waktu Erupsi: Pukul 21.09 WITA.

  • Karakteristik Letusan: Menyemburkan kolom abu kelabu tebal setinggi 300 meter di atas puncak yang mengarah ke barat dan barat laut.

  • Data Seismik: Amplitudo maksimum seismogram tercatat 11 milimeter dengan durasi 109 detik.

  • Status Aktivitas: Level III (Siaga).

3. Gunung Semeru (Jawa Timur)

  • Waktu Erupsi: Pukul 20.33 WIB.

  • Kondisi Visual: Letusan secara visual tidak teramati secara langsung karena tertutup oleh kabut.

  • Data Seismik: Getaran erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 235 detik.

  • Status Aktivitas: Level III (Siaga).

Rekomendasi Keselamatan Gunung Semeru: Mengingat status Siaga, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat:

  • Larangan Beraktivitas di Sektor Tenggara: Tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari pusat erupsi.

  • Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 km, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

  • Radius Kawah: Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: Tirto.id 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demo Mahasiswa BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengguna Jalan Diimbau Hindari Ruas Ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Hindari Kawasan DPR, Ini Jalur Alternatif