Ada Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Kota dan Glodok hingga 2027, Waspada Kemacetan
Jumat, 07 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Kota dan Stasiun Glodok mulai 10 Agustus 2026.
Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mendukung pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2 paket kontrak CP203.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara bertahap mengikuti progres pekerjaan yang dilaksanakan di Jalan Pintu Besar Selatan dan Simpang Asemka.
Sehubungan dengan dimulainya tahap baru pembangunan proyek MRT Fase 2A (CP203), Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Glodok dan Stasiun Kota mulai 10 Agustus 2026 hingga 2027.
1. Ruas Jalan Utama Terdampak
- Jl. Gajah Mada & Jl. Hayam Wuruk
- Jl. Pintu Besar Selatan
- Simpang Asemka & Jl. Asemka
2. Poin Utama Rekayasa Lalu Lintas
- Jl. Gajah Mada: Arus lalu lintas dialihkan menjadi dua arah ke Jl. Hayam Wuruk. Hanya satu lajur di sisi utara yang dibuka untuk akses umum, serta satu lajur khusus lokal untuk kendaraan kecil penghuni/pengunjung (akses Jl. Kemurnian IV & VI).
- Jl. Pintu Besar Selatan: Diberlakukan sistem buka-tutup atau lalu lintas bergantian (termasuk koridor Transjakarta) akibat pekerjaan konstruksi pengangkatan struktur berat.
3. Rute Alternatif
Bagi pengguna jalan yang ingin menghindari titik kepadatan di koridor utama tersebut, silakan manfaatkan jalur alternatif berikut:
- Dari/Menuju Arah Utara (Kota Tua): Gunakan jalur Jl. Gunung Sahari atau Jl. Mangga Besar untuk menghindari area Gajah Mada dan Hayam Wuruk.
- Lintas Tengah: Manfaatkan Jl. KH Samanhudi sebagai jalur penghubung alternatif guna memecah antrean kendaraan.
- Kawasan Stasiun Glodok, sistem contra flow dipindahkan dari Jalan Gajah Mada ke sebagian Jalan Hayam Wuruk karena area pekerjaan bergeser ke sisi barat.
Meski demikian, akses menuju gedung-gedung di sisi barat tetap disediakan melalui satu lajur.
Rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Glodok akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni:
- Stage 4.1 (10 Agustus–9 September 2026): penerapan contra flow di Jalan Hayam Wuruk.
- Stage 4.2 (10 September–9 Oktober 2026): akses Jalan Kemurnian VI ditutup untuk pembangunan pintu masuk stasiun. Kendaraan dialihkan melalui kawasan Hotel Novotel.
- Stage 4.3 (10 Oktober 2026–17 Mei 2027): akses Jalan Kemurnian VI dibuka kembali, sedangkan akses Hotel Novotel ditutup. Akses menuju Maxim, Jhony Steak, dan Klinik JMB dialihkan melalui Jalan Kemurnian VI dengan sistem buka-tutup.
Dishub DKI mengimbau pengguna jalan untuk mengandalkan rute alternatif, mematuhi rambu dan petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan.
Pelaksana proyek bertanggung jawab penuh atas keamanan para pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Kompas, Dishub DKI Jakarta
Komentar
Posting Komentar