Aktivitas Meningkat: Gunung Anak Krakatau 7 Kali Erupsi, Letusan Terakhir Capai 350 Meter


Senin, 24 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di perairan Selat Sunda menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (24/8/2026) pagi. Hingga pukul 12.00 WIB, gunung api tersebut tercatat telah mengalami tujuh kali erupsi beruntun.

Rangkaian Erupsi Pagi Hari

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, memaparkan bahwa rangkaian erupsi ini dimulai sejak menjelang siang dengan rincian sebagai berikut:

  • Pukul 09.41 WIB: Erupsi pembuka dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak (amplitudo maksimum 52 mm, durasi 77 detik).

  • Pukul 09.43 WIB: Erupsi kedua terjadi selang dua menit kemudian dengan ketinggian kolom abu 250 meter (amplitudo 49 mm, durasi 25 detik).

  • Pukul 10.11 & 10.48 WIB: Erupsi lanjutan dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 200 hingga 250 meter yang bergerak ke arah barat dan barat laut.

  • Pukul 11.22 WIB: Letusan tercatat setinggi 200 meter dengan amplitudo maksimum 51 mm (durasi 20 detik).

  • Pukul 11.54 WIB: Erupsi ketujuh sekaligus yang terakhir tercatat menjadi letusan dengan kolom abu tertinggi sepanjang rangkaian aktivitas pagi itu.

Letusan Puncak Tertinggi Capai 350 Meter

Letusan terakhir pada pukul 11.54 WIB mencatatkan ketinggian kolom abu hingga 350 meter di atas puncak (atau sekitar 507 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah utara dan barat laut. Berdasarkan rekaman seismograf, erupsi penutup ini memiliki amplitudo maksimum 68 milimeter dan berlangsung selama 29 detik.

Rekomendasi dan Zona Bahaya

Mengingat eskalasi aktivitas kegempaan dan letusan yang terjadi berulang kali, pihak berwenang memberikan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat:

  • Zona Larangan 3 Kilometer: Wisatawan, pengunjung, pendaki, maupun nelayan dilarang keras melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

  • Waspada Potensi Lontaran: Masyarakat diimbau untuk terus mematuhi rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi mengingat karakteristik erupsi dapat berubah sewaktu-waktu.

Hingga siang hari, petugas pos pengamatan terus memantau ketat perkembangan tinggi kolom abu, arah sebaran material vulkanik, serta fluktuasi kegempaan Gunung Anak Krakatau.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: Kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demo Mahasiswa BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengguna Jalan Diimbau Hindari Ruas Ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Hindari Kawasan DPR, Ini Jalur Alternatif