Dampak Karhutla, Udara 5 Daerah di Sumsel Tidak Sehat
Rabu, 12 Juli 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Udara lima daerah di Sumatera Selatan telah masuk dalam kondisi tidak sehat akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini sedang berlangsung.
Kelima daerah tersebut ialah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas, Kota Palembang, Lahat, dan Kota Prabumulih.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), Kabupaten PALI mencatat angka ISPU tertinggi dengan nilai 168, disusul Musi Rawas 131, Kota Palembang 115, Lahat 110, dan Kota Prabumulih 108.
Angka tersebut menunjukkan kualitas udara di lima daerah tersebut telah berada di kategori tidak sehat sebab telah melebihi ambang batas ISPU 0-50.
Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumatera Selatan, Rezawahya, mengatakan penurunan kualitas udara saat ini mulai meluas sejak sebaran karhutla semakin masif.
Peningkatan titik panas yang terjadi setiap hari disertai minimnya hujan dalam beberapa pekan terakhir serta kebakaran yang terjadi di lahan gambut dan mineral berpotensi membuat kualitas udara semakin menurun.
Kalau dilihat dari jumlah titik api yang terus bertambah tiap hari dan diikuti oleh hujan yang belum turun sudah hampir tiga minggu lebih dan juga karhutla sudah ada yang di lahan gambut dan mineral, kemungkinan kualitas udara akan menurun secara perlahan.
Kondisi ini berbeda saat karhutla yang terjadi pada 2023. Kabut asap hanya terpusat di Palembang. Kondisi kabut asap biasanya lebih pekat pada pagi hari.
Kondisi tersebut mulai berkurang ketika pergerakan angin meningkat pada pagi menjelang siang.
Biasanya memasuki pukul 08.00-10.00 WIB angin mulai bergerak sehingga ada pengurangan kepekatan kabut asap.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Kompas
Komentar
Posting Komentar