Fenomena Banjir rob (Banjir Pesisir)
Selasa, 11 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait, fenomena banjir rob (banjir pesisir) dipicu oleh adanya kombinasi fase bulan perigee (jarak terdekat bulan dengan bumi pada 10 Agustus) serta fase menjelang bulan baru yang meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Berikut adalah daftar wilayah pesisir di Indonesia yang masuk dalam
peringatan dini potensi banjir rob pada tanggal 11 Agustus 2026:
1. Wilayah dengan Potensi Banjir Rob (Periode pertengahan Agustus 2026)
- Pesisir Bali: Berpotensi terjadi di 6 wilayah pesisir (pesisir
selatan Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Gianyar, dan Klungkung)
pada 11–17 Agustus 2026.
- Pesisir DKI Jakarta & Jawa Barat: Wilayah pesisir utara Jakarta (seperti Muara
Angke, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal Muara, dan Marunda) serta pesisir
Kabupaten Bekasi dan Karawang berada dalam periode siaga rob hingga 13
Agustus 2026.
- Pesisir Banten: Perairan utara Tangerang (Kecamatan Teluk Naga
dan Kosambi) berpotensi terdampak hingga 13 Agustus 2026.
- Pesisir Jawa Tengah: Meliputi pesisir Kota Semarang, Kabupaten Demak,
Pekalongan, Batang, Kendal, hingga Jepara (berlangsung 9–15 Agustus 2026).
- Pesisir Jawa Timur: Pesisir timur Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan,
Probolinggo, Pelabuhan Surabaya, serta wilayah Banyuwangi.
- Pesisir Sumatera & Kalimantan: Pesisir Sumatera Utara (Medan Belawan dkk),
Sumatera Barat (Padang dkk), serta beberapa titik pesisir di Kalimantan
Selatan dan Kalimantan Barat.
- Pesisir Bali & Nusa Tenggara: Sejumlah titik pesisir NTB (Lembar, Bima) dan
NTT (Pulau Sumba, Flores, Timor, Rote).
2. Dampak yang Diimbau untuk Diwaspadai
- Terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan
serta aktivitas pelayaran rakyat.
- Genangan air laut yang masuk ke kawasan
permukiman pesisir, tambak garam, dan area perikanan darat.
- Hambatan pada sistem drainase darat akibat air
pasang laut yang menahan aliran air dari daratan.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir diimbau untuk terus
memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi melalui aplikasi InfoBMKG atau
kanal media sosial resmi BMKG.
Komentar
Posting Komentar