Kabut Asap Karhutla Kalimantan Barat Meluas ke Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup Sementara
Jum'at, 21 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Barat memicu kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang berdampak hingga ke wilayah Sarawak, Malaysia. Akibat memburuknya kualitas udara, Departemen Pendidikan Sarawak mengambil langkah cepat dengan menutup sekolah-sekolah di delapan wilayah selama dua hari mulai 20 hingga 21 Agustus 2026.
Detail Kejadian & Dampak Kualitas Udara
Wilayah Terdampak: Penutupan sekolah mencakup distrik Kuching, Padawan, Serian, Samarahan, Bau, Lundu, Sri Aman, dan Lubok Antu.
Indeks Pencemaran Udara (API):
Serian: Tercatat sebagai angka tertinggi mencapai 193.
Kuching: Tercatat di angka 190.
Samarahan: Tercatat di angka 173.
Catatan: Angka ini berada di bawah ambang batas 200 (kategori sangat tidak sehat dalam National Haze Action Plan), namun tetap dikategorikan berbahaya bagi kesehatan.
Kebijakan Belajar: Selama penutupan dua hari ini, kegiatan belajar mengajar dialihkan menggunakan metode Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR) untuk melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
Kejadian Berulang: Penutupan ini merupakan insiden kedua dalam dua pekan terakhir di Sarawak akibat asap karhutla.
Penyebab & Pemantauan Lintas Batas
Sumber Karhutla: Asap berasal dari titik-titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Landak yang terbawa oleh arah angin ke wilayah perbatasan Malaysia.
Kondisi Cuaca: Musim kemarau yang panjang serta kondisi cuaca yang panas dan kering membuat lahan gambut lebih mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Data Nasional: Sepanjang paruh pertama tahun ini, sekitar 107.000 hektare lahan dan hutan di Indonesia telah terbakar dengan lebih dari 116.000 titik panas terdeteksi sejak Januari.
Catatan Penting: Paparan partikel halus seperti PM2.5 dari kabut asap berisiko tinggi memicu gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan. Pemerintah kedua negara terus memantau pergerakan titik panas dan arah angin secara ketat.
Demikian kami informasikan, terima kasih
Sumber: Tirto.id
Komentar
Posting Komentar