Karhutla di Tol Balikpapan-Samarinda Meluas, 20 Hektare Lahan Terbakar
Sabtu, 22 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sepanjang ruas Tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur.
Dalam beberapa hari terakhir, petugas pemadam kebakaran harus berjibaku memadamkan api yang membakar lahan kosong di sejumlah titik sepanjang jalan tol.
Kepala Pos (Kapos) Samboja Pesisir Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar), Saharudin, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah kilometer, mulai dari Kilometer (Km) 53, Km 54, Km 56 hingga Km 57.
Kebakaran tersebut terjadi di wilayah Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kukar.
Kebakaran di kawasan tersebut menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Petugas membutuhkan waktu dua hari untuk melakukan penanganan karena api kembali muncul pada hari berikutnya.
Api tidak hanya membakar lahan yang berada di dekat badan jalan tol. Kobaran api merambat masuk hingga ratusan meter ke bagian dalam lahan.
Kondisi lahan yang terbakar di Km 54 bukan merupakan lahan gambut. Vegetasi yang terbakar didominasi alang-alang yang bercampur dengan pepohonan kecil. Dugaan sementara kebakaran di Km 54 terjadi akibat gesekan.
Kebakaran terpantau melanda beberapa titik krusial di sepanjang jalur tol, di antaranya berada di sekitar KM 31 dan KM 54+800 (wilayah Samboja dan sekitarnya).
Titik api dilaporkan berada sangat dekat—sekitar 20 meter dari Ruang Milik Jalan (Rumija) tol—dengan arah angin yang condong meniup kobaran api ke arah kawasan hutan di sekitarnya.
Selain menghanguskan puluhan hektare lahan, kepulan asap tebal sempat muncul di sekitar jalur lintasan yang berpotensi mengganggu jarak pandang serta aktivitas pengguna jalan tol.
PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS) bersama Polda Kaltim, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur relawan bahu-membahu mengerahkan mobil pemadam, truk tangki air (water tank), dan puluhan personel ke lokasi.
Mengingat karakteristik lahan yang rawan dan cuaca ekstrem akibat musim kering, petugas terus menyiagakan tim lapangan untuk melakukan penyiraman berkala guna mencegah kemunculan titik api baru (spot fire).
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Kompas
Komentar
Posting Komentar