Karhutla Meluas di Sumatera & Kalimantan


Kamis, 13 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia semakin meluas akibat puncak fenomena El Nino, memicu peningkatan titik api dan titik panas (hotspot) di berbagai wilayah, khususnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

1. Sebaran Wilayah Terdampak Karhutla

  • Sumatera & Kalimantan (Fokus Utama Karhutla):

    • Sumatera Selatan (Ogan Komering Ilir): Kebakaran terluas mencapai 326 hektare.

    • Riau (Pelalawan): Kebakaran mencapai lebih dari 100 hektare.

    • Provinsi Lainnya: Karhutla juga melanda wilayah Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, dengan total akumulasi titik panas nasional mencapai 9.538 titik hingga awal Agustus 2026. Muncul juga titik api baru di sekitar Kota Palembang dan sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

  • Wilayah Lain (Data BNPB per 12 Agustus 2026):

    • Sragen, Jawa Tengah: Desa Bukuran (5 hektare).

    • Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan: Desa Mojong & Kelurahan Lawawoi (7 hektare).

    • Cianjur, Jawa Barat: Gunung Picung, Desa Cikondang (3 hektare).

    • Trenggalek, Jawa Timur: Gunung Jabung, Desa Kedungsigit (1 hektare).

2. Dampak dan Status Darurat

  • Kualitas Udara & Kesehatan: Peningkatan karhutla menaikkan konsentrasi partikulat halus PM2.5, yang berisiko buruk bagi kesehatan masyarakat.

  • Status Siaga Darurat: Pemerintah menetapkan status siaga darurat karhutla di 7 provinsi, yaitu:

    1. Riau

    2. Kalimantan Barat

    3. Sumatera Selatan

    4. Jambi

    5. Kalimantan Tengah

    6. Kalimantan Selatan

    7. Jawa Barat

3. Langkah Penanganan dan Kebijakan Pemerintah

  • Operasi & Pengawasan:

    • Pemantauan titik panas dilakukan secara real-time.

    • Menyiagakan personel Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan pemda untuk patroli serta pemadaman dini.

    • Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan BNPB, serta pembasahan kawasan gambut melalui sekat kanal.

  • Kebijakan Pendidikan: Pemerintah membuka opsi meliburkan sekolah atau menyesuaikan kegiatan belajar-mengajar jika paparan asap karhutla mulai membahayakan kesehatan siswa di daerah terdampak.

  • Logistik & Koordinasi: Pemerintah pusat memastikan kelancaran logistik dan administrasi bagi petugas di lapangan tanpa adanya kendala.

Imbauan Pemerintah: Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi kering, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok atau korek api sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api kepada pihak berwenang.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: RM.id 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Hindari Kawasan DPR, Ini Jalur Alternatif

Ada Demo Mahasiswa di Patung Kuda Jakpus dan DPR Hari Ini, Waspadai Potensi Kemacetan