Kemarau di Jambi Diprediksi hingga September, Hujan Buatan Disiapkan


Kamis, 13 Agustus 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Musim kemarau di Provinsi Jambi diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga September 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring dengan kondisi cuaca yang semakin kering.

"Puncak musim kemarau diperkirakan sampai bulan September 2026 mendatang," ujar Prakirawan BMKG Jambi, M. Randy Herdyansyah, Rabu (12/8/2026).

Dalam beberapa hari ke depan, cuaca di wilayah Jambi diprediksi didominasi kondisi cerah hingga berawan. Situasi ini dikhawatirkan dapat memicu peningkatan jumlah titik panas (hotspot). Kendati demikian, peluang hujan dengan intensitas tertentu masih terpantau di beberapa wilayah, khususnya di Jambi bagian barat pada tanggal 13 dan 16 Agustus 2026.

Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot)

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 537 titik panas terdeteksi di seluruh wilayah Jambi sepanjang periode 1 hingga 9 Agustus 2026.

Berikut rincian sebaran titik panas di berbagai kabupaten/kota:

  • Muaro Jambi: 159 titik

  • Sarolangun: 136 titik

  • Tanjung Jabung Barat: 74 titik

  • Merangin: 69 titik

  • Batang Hari: 32 titik

  • Tebo: 29 titik

  • Bungo: 20 titik

  • Tanjung Jabung Timur: 14 titik

  • Kerinci: 4 titik

Langkah Antisipasi dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Menghadapi ancaman karhutla yang semakin nyata akibat lahan yang mengering, pemerintah bergerak cepat. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan telah menyiagakan satu unit pesawat khusus untuk melakukan penyemaian awan kapan pun kondisi atmosfer memungkinkan.

"Ketika ada bibit hujan, kita lakukan OMC. Pesawat ini bisa beroperasi siang maupun malam," ungkap Bachyuni.

Ia menambahkan, langkah hujan buatan ini krusial untuk mengembalikan kelembapan tanah. Lahan yang kering rentan membuat api cepat membesar dan menyebar luas.

Luasan Lahan Terbakar Masih Potensial Bertambah

Terkait dampak karhutla yang terjadi, BPBD mencatat luas lahan yang terbakar saat ini telah melebihi 300 hektare. Angka tersebut dipastikan masih akan bertambah mengingat proses pendataan belum sepenuhnya mencakup seluruh wilayah terdampak.

"Angkanya itu di atas 300 hektare lebih, karena Muaro Jambi belum masuk," jelas Bachyuni.

Saat ini, tim di lapangan juga masih berfokus melakukan proses pendinginan (mopping up) di Kabupaten Muaro Jambi, di mana estimasi lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 50 hektare. Penghitungan akhir total luas lahan terbakar baru dapat direkapitulasi secara menyeluruh setelah proses pemadaman dan pendinginan tuntas sepenuhnya.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: Detiksumbagsel.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Ada Demo Mahasiswa di Patung Kuda Jakpus dan DPR Hari Ini, Waspadai Potensi Kemacetan

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran